<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961482044013133776</id><updated>2012-02-17T00:02:03.715+07:00</updated><category term='Birding'/><category term='Oleh-oleh Sangalaki'/><category term='Resensi'/><category term='Bird Race'/><category term='Lovely Bird'/><category term='Jepret'/><title type='text'>Erythrura prasina</title><subtitle type='html'>.:Great Crested-Tern:.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://shaimsabayouth.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961482044013133776/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shaimsabayouth.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Shaim Basyari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08894857128265578978</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-ahyAcVdCVuI/TfhQ19k3_rI/AAAAAAAAAEY/3eKvCjlob-U/s220/IMG_3706.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>18</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961482044013133776.post-5194246922629314240</id><published>2012-01-20T18:10:00.001+07:00</published><updated>2012-01-20T18:13:45.917+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Oleh-oleh Sangalaki'/><title type='text'>Tentang Keluarga Pak Karna dan Pak Agus</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Entah apa yang bisa kami berikan kepada beliau berdua dan keluarga. Banyak sudah yang telah mereka berdua berikan untuk membantu petualangan kami ke pulau kecil di lautan Sulawesi itu. Penginapan gratis semalam untuk kami, plus fasilitas yang mereka berikan cuma-cuma. Jika tidak, mungkin kami akan membangun dum yang kami bawa di sekitar pelabuhan dengan kondisi apa adanya. Dan mungkin cerita perjalanan kami jadi berbeda. Itu tentu. Hehe. Pak Agus dan pak Karna dengan rela hati juga mengantar kami menyebrang dari tanjung batu ke pulau Sangalaki dengan perahunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti rumah-rumah di kawasan tanjung batu ini, rumah pak Karna terbuat dari kayu. Tentu saja tidak sembarang kayu yang digunakan. Tapi kayu ulin, kayu keras dari hutan hujan di Kalimantan. Tampak di depan rumah pak Karna sederet rumah panggung yang didirikan tepat di atas air laut yang kala itu sedang pasang. Semua terbuat juga dari kayu. Deretan rumah itu memanjang di pinggir jalan depan rumah pak Karna, hingga jembatan di ujung sana. Di belakang deretan rumah-rumah itu, banyak kapal-kapal nelayan yang bersandar. Termasuk kapal atau perahunya pak Agus. Di samping rumah pak Karna, ada toilet kecil yang semua bagiannya terbuat dari kayu, juga lantainya. Tak beratap dan ada ember untuk tampungan airnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat saya mengambil air wudlu di dekat toilet itu, ada sesuatu yang saya lihat. Putih, bergaris hitam. Ukurannya cukup besar. Tentu saja bukan hantu yang kulihat, tapi seekor burung dalam kurungan sederhana yang terbuat dari dua penutup nasi yang disatukan. Pergam laut. Burung cantik ini didapatkan oleh pak Agus sewaktu ia mencari ikan di laut. Ia mendapati burung ini ketika masih kecil, hingga saat ini ukurannya lumayan besar walupun terbilang belum dewasa.&lt;br /&gt;Oya, listrik di kawasan ini tidak hidup selama 24 jam. Tapi hanya 12 jam saja. Jam 6 sore listrik menyala, setelah itu jam 6 pagi listrik akan padam secara otomatis. Jadi, listrik benar-benar hanya digunakan disaat hari gelap saja. Sementara siang, tak ada satu anggota keluarga pun yang noongkrong di depan TV. Karena memang, listriknya tak ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Agus adalah salah seorang nelayan di tanjung batu. Sepengetahuan saya, beliau memiliki 2 orang anak yang masing-masing sudah berkeluarga. Dan ternyata dua suami dari semua anak pak Agus adalah orang Jawa. Salah satunya bekerja sebagai sopir taksi yang kami tumpangi siang tadi. Ia berasal dari Cirebon dan sudah cukup lama menjadi sopir di sini. Pak Agus mempunyai tiga orang cucu yang rata-rata masih kecil. Dua orang laki-laki, sando dan junaidi. Dan satu orang perempuan, salsa. Dari ketiga cucunya salsa lah yang paling kecil. Kebetulan saya suka anak kecil, tentu saja salsa langsung saya ajak bermain. Dan ternyata dia tipikal anak yang berani. Walaupun belum begitu kenal dengan saya, ia tetap saja mau diajak main dan berfoto bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Salsa sudah sekolah belum?”, Tanya saya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“sudah”, dengan polos dan suara yang lirih salsa menjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salsa sebenarnya belum masuk jenjang sekolah. Kira-kira umurnya baru empat tahun. Sangat lucu dan imut tentunya. Mainan rumah-rumahan mungkin menjadi mainan paling asyik baginya dan bagi saya malam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil nonton TV, malam itu saya juga berkesempatan sedikit ngobrol dengan pak Karna. Ditemani segelas air teh hangat dan terangnya sinar bulan di luar sana. Air laut masih pasang, menggenangi rumah-rumah panggung warga yang didirikan tepat di atas air. Pak Karna mulai bercerita tentang dirinya. Beliau bekerja sebagai Polhut sudah sangat lama, dulu ia bekerja di Taman Nasional Bontang, pernah juga di Taman Nasional di Kutai. Kalimantan Timur juga. Hingga suatu saat ia dipindah di daerah asalnya, pulau Sangalaki. Ya, pak Karna merupakan penduduk asli pulau derawan, salah satu pulau yang berpenduduk dia antara pulau kecil lainnya di kecamatan pulau derawan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang hutan yang kami lewati tadi, pak Karna menjelaskan bahwa itu bukan suatu kawasan konservasi. Hanya lahan hijau milik pemerintah. Hutan itu dulunya sangat lebat, hingga pada akhirnya dibangun lahan sawit di sebagian wilayahnya. Sesekali pak Karna juga bercerita tentang Sangalaki. “Sangalaki itu pulau kecil tak berpenghuni”, katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu saya bertanya ke beliau, “ Bagaimana dengan penyu disana pak ? tiap malam pasti ada yang naik kah?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Banyak, tiap malam pasti ada yang naik. Dulu sewaktu kecil, saya sering diajak bapak saya ke Sangalaki. Tiap malam pasti ada tu yang naik penyunya”. Tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, rasanya ingin segera saya ke sana. Ke pulau yang menjadi habitat peneluran penyu hijau terbesar di Asia Tenggara itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obrolan kami terus berlanjut ditemani teh hangat yang disediakan keluarga Pak Agus.&lt;br /&gt;Pak Karna juga bercerita mengenai pengalaman kerjanya sebagai seorang Polhut. Beliau sudah beberapa kali berpindah lokasi kerja. Mulai dari Taman Nasional hingga sekarang di BKSDA Berau. Semua member pengalaman yang berharga, terangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, akhirnya obrolan kami pun usai setelah Zainul berteriak mengajak saya jalan-jalan di pelabuhan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961482044013133776-5194246922629314240?l=shaimsabayouth.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shaimsabayouth.blogspot.com/feeds/5194246922629314240/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shaimsabayouth.blogspot.com/2012/01/tentang-keluarga-pak-karna-dan-pak-agus.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961482044013133776/posts/default/5194246922629314240'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961482044013133776/posts/default/5194246922629314240'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shaimsabayouth.blogspot.com/2012/01/tentang-keluarga-pak-karna-dan-pak-agus.html' title='Tentang Keluarga Pak Karna dan Pak Agus'/><author><name>Shaim Basyari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08894857128265578978</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-ahyAcVdCVuI/TfhQ19k3_rI/AAAAAAAAAEY/3eKvCjlob-U/s220/IMG_3706.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961482044013133776.post-2579704517872810603</id><published>2012-01-20T15:47:00.003+07:00</published><updated>2012-01-20T16:14:13.131+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resensi'/><title type='text'>Cincin Merah di Barat Sonne</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-Mc-tur-ZbGY/TxkrlMBFpiI/AAAAAAAAAE4/KZ6n1UyvoV8/s1600/Cincin-Merah-di-Barat-Sonne.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 300px; height: 215px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-Mc-tur-ZbGY/TxkrlMBFpiI/AAAAAAAAAE4/KZ6n1UyvoV8/s320/Cincin-Merah-di-Barat-Sonne.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5699634721295017506" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Indonesia merupakan Negara kepulauan yang sebagian besar wilayahnya merupakan perairan. Pantas saja kalau negeri ini kaya akan sumber daya lautnya. Hanya saja hingga saat ini belum banyak orang yang mau dan mampu memanfaatkan potensi laut ini dengan baik. Adalah seorang I Made Andi Arsana, yang mencoba menguak misteri kelautan Indonesia yang luas itu. Satu dari sedikit peneliti kelautan Indonesia ini berhasil menceritakan dengan apik kisah nyata perjalanan penelitiannya mengarungi samudra Hindia dalam buku yang berjudul “Cincin Merah di Barat Sonne”. Memang, selain peneliti ia juga merupakan seorang penulis ulung. Sejak SMP ia sudah menulis untuk publikasi sekolah, baik cerpen maupun puisi. Bahkan ia pernah memenangkan lomba menulis di Pyongyang, Korea Utara pada tahun 1999. Setahun kemudian ia memenangkan lomba penulisan esai tentang Korea. Tidak hanya itu, sejak melanjutkan S2 di Sydney ia menjadi bloger yang aktif menulis pengalaman hidupnya di negeri orang dan mendapat sambutan positif dari pembaca. Salah satu cerpennya, Opera Padas memenangkan lomba dan dibukukan bersama penulis lain. Dosen teknik geodesi UGM ini juga telah banyak mempublikasikan hasil penelitiannya dalam Seminar dan Konferensi Internasional di Asia, Australia, Amerika dan Eropa. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Novel ini berkisah saat dia melakukan penelitian untuk melukis dasar laut di Samudera Hindia yang luas bersama peneliti dari berbagai Negara lain.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Andi Arsana mulanya tidak pernah terpikir bahwa catatan-catatan kecil perjalannanya mengarungi Samudera Hindia di atas Kapal Sonne itu kelak akan dibukukan seperti sekarang. Baginya catatan-catatan pribadi itu penting untuk merekam hal-hal teknis selama melakukan penelitian. Namun dalam perjalanannya catatan-catatan itu berkembang menjadi kisah yang tidak hanya penting tetapi juga menarik. Dengan gaya bahasa yang mudah dicerna ia mampu menceritakan secara detail kejadian demi kejadian yang terjadi selama penelitian. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Buku ini terdiri dari bab-bab yang merekam kejadian tertentu atau gagasan yang diformulasikan dalam bentuk cerita. Cerita yang disajikan tidak hanya berkutat pada kejadian dimana penulis berada namun juga tentang mimpi dan lamunan yang masih dalam cakupan tema buku ini. Dalam kisahnya, ia memadukan perjuangannya sebagai mahasiswa di luar negeri, dana survey laut yang menelan dana sama dengan biaya 800 mahasiswa Indonesia di teknik Geodesi selama 5 tahun, suka duka peneliti Indonesia, konflik cinta dan keluarga, persahabatan, perselisihan dan persaingan. Topik yang lucu, heroic, konyol dan bahkan idealis diramu dalam sebuah catatan perjalanan. Ia juga memasukkan unsure-unsur ilmu pengetahuan yang dapat dengan mudah dicerna oleh orang awam sekalipun. Membaca buku ini Anda mungkin juga tidak sadar telah belajar tentang astronomi, global positioning system, system informasi geografis, biologi laut bahkan teknologi pemetaan laut. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;“Aku juga sampaikan bahwa garis batas maritime antara antara Indonesia dan Australia yang membagi dasar laut berbeda dengan garis batas maritime yang membagi airnya. Di sebelah selatan Pulau Timor, ada kawasan yang dasar lautnya menjadi milik Australia sementara airnya adalah milik Indonesia”. Ini merupakan salah satu cuplikan novelnya yang sarat informasi yang dikemas dalam cerita ciamik. Anda mungkin juga akan menemukan informasi lain dalam balutan cerita yang mengagumkan ini. Salah satu hal penting yang dapat kita ambil dari novel ini adalah bahwa untuk memperoleh ilmu pengetahuan itu harus dilakukan dengan kerja keras dan penuh pengorbanan. Akhirnya selamat menikmati sisi lain dari perburuan ilmu pengetahuan dari seorang geospatialist Indonesia.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961482044013133776-2579704517872810603?l=shaimsabayouth.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shaimsabayouth.blogspot.com/feeds/2579704517872810603/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shaimsabayouth.blogspot.com/2012/01/cincin-merah-di-barat-sonne.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961482044013133776/posts/default/2579704517872810603'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961482044013133776/posts/default/2579704517872810603'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shaimsabayouth.blogspot.com/2012/01/cincin-merah-di-barat-sonne.html' title='Cincin Merah di Barat Sonne'/><author><name>Shaim Basyari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08894857128265578978</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-ahyAcVdCVuI/TfhQ19k3_rI/AAAAAAAAAEY/3eKvCjlob-U/s220/IMG_3706.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-Mc-tur-ZbGY/TxkrlMBFpiI/AAAAAAAAAE4/KZ6n1UyvoV8/s72-c/Cincin-Merah-di-Barat-Sonne.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961482044013133776.post-6687665040041982018</id><published>2011-05-28T12:56:00.005+07:00</published><updated>2011-05-28T13:17:31.665+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jepret'/><title type='text'>Butterfly [jeprat-jepret]</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-7qsuJ5FcWuA/TeCPMQoioMI/AAAAAAAAAEE/vY-4rWGVZA4/s1600/Copy%2B%25282%2529%2Bof%2BSS850083.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-7qsuJ5FcWuA/TeCPMQoioMI/AAAAAAAAAEE/vY-4rWGVZA4/s320/Copy%2B%25282%2529%2Bof%2BSS850083.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5611642576489849026" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;kupu-kupu di pulau panjang, Berau, Kaltim (foto : shaim basyari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mungkin menjadi salah satu kado spesial dari Berau buat saya. Dalam sebuah ajang lomba fotografi yang diadakan oleh HIMABIO FMIPA UNY foto ini mendapat posisi I. Tidak saya sangka sebelumnya karena memang saya bukanlah fotografer handal. Apalagi kamera yang saya gunakan hanya kamera &lt;span style="font-style: italic;"&gt;pocket&lt;/span&gt; pinjaman. Adalah Samsung S850. Kamera ini memiliki resolosi 8,1 Megapixel. Foto ini saya dedikasikan untuk memperingai Hari Biodiversitas Dunia yang jatuh bertepatan dengan lomba fotografi itu, 22 Mei 2011. Saya hanya ingin menunjukkan kepada masyarakat luas, terutama pada peserta lomba dan panitia tentunya. Bahwa Indonesia memiliki biodiversitas yang kaya, dan dalam setiap unsur biodiversitas itu ada nilai seni yang tak bisa diungkapkan, karena saking banyaknya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961482044013133776-6687665040041982018?l=shaimsabayouth.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shaimsabayouth.blogspot.com/feeds/6687665040041982018/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shaimsabayouth.blogspot.com/2011/05/butterfly-jeprat-jepret.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961482044013133776/posts/default/6687665040041982018'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961482044013133776/posts/default/6687665040041982018'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shaimsabayouth.blogspot.com/2011/05/butterfly-jeprat-jepret.html' title='Butterfly [jeprat-jepret]'/><author><name>Shaim Basyari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08894857128265578978</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-ahyAcVdCVuI/TfhQ19k3_rI/AAAAAAAAAEY/3eKvCjlob-U/s220/IMG_3706.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-7qsuJ5FcWuA/TeCPMQoioMI/AAAAAAAAAEE/vY-4rWGVZA4/s72-c/Copy%2B%25282%2529%2Bof%2BSS850083.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961482044013133776.post-4594831128516731659</id><published>2011-05-09T11:02:00.002+07:00</published><updated>2011-05-09T11:12:07.481+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Oleh-oleh Sangalaki'/><title type='text'>Malam itu di Tanjung Batu</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val=""&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:lsdexception&gt; &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin-top:0cm;  mso-para-margin-right:0cm;  mso-para-margin-bottom:10.0pt;  mso-para-margin-left:0cm;  line-height:115%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-theme-font:minor-fareast;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:latentstyles&gt;&lt;/xml&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;“Jalan-jalan yuk!” Ajak Zainul yang sudah berada di luar rumah, malam itu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Saya yang sedang berbincang dengan pak Karna pun langsung keluar dan izin pak Karna untuk ikut jalan-jalan. Di sisi lain, Pak Agus memanggil si Junaidi untuk menemani kami jalan-jalan ke pelabuhan. Menyusuri jalan di depan rumah pak Agus yang kadang berlubang, kami ingin menuju ke jembatan di ujung sana. Beberapa pemuda desa malam itu asyik bermain gitar dan bernyanyi bersama di teras-teras rumah. Membuat malam berselimut cahaya bulan itu menjadi rame.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-0aR7fKYbKFM/TcdpUj4sabI/AAAAAAAAAD8/xoMl_TrhHs4/s1600/IMG_0475.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-0aR7fKYbKFM/TcdpUj4sabI/AAAAAAAAAD8/xoMl_TrhHs4/s320/IMG_0475.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5604564063237204402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;Foto : Junaidi (merah)&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Junaidi yang menemani kami jalan-jalan itu masih duduk di bangku kelas 6 SD. Tapi dia sudah bisa berenang, maklum anak pinggir pantai seperti dia sejak kecil udah diajari renang pastinya. Beda dikit dengan saya, sama-sama anak pinggir pantai tapi yang satu pinter renang dan satunya lagi blas gak bisa renang. hehe&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Saat kami sampai di jembatan, kami ditunjukkan Junaidi sebuah pulau yang tampak kecil di seberang sana. Walaupun malam tapi cukup jelas terlihat. Bulan di langit Tanjung Batu terlihat jelas dan besar. Malam itu orang ramai membicarakan super moon di TV. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;“ Itu sangalaki kah?” tanyaku. “Bukan, itu bukan Sangalaki tapi pulau derawan”. Jawabnya. Jun, begitu ia dipanggil juga sedikit menjelaskan pada kami, bahwa derawan merupakan pulau wisata yang cukup ramai dikunjungi. Sedangkan Sangalaki, tidak kelihatan dari sini tambahnya. Jun juga pernah ke Sangalaki, katanya dari tanjung batu bisa ditempuh dalam waktu 3 jam lebih. Itu menggunakan transportasi berupa perahu kecil milik nelayan, seperti yang dipunyai pak Agus.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Ditemani makanan ringan yang kami beli di warung sekitar kawasan, kami melanjutkan perbincangan sambil sesekali mencicipi makanan yang kami bawa. Di sepanjang jembatan ini banyak juga pemuda yang asyik nongkrong seperti kami. Beberapa mobil terparkir rapi di ujung jembatan. Ada yang hendak memancing, namun ada juga yang hanya melihat-lihat pemandangan di malam hari. Di kota pelabuhan, tanjung batu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961482044013133776-4594831128516731659?l=shaimsabayouth.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shaimsabayouth.blogspot.com/feeds/4594831128516731659/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shaimsabayouth.blogspot.com/2011/05/malam-itu-di-tanjung-batu.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961482044013133776/posts/default/4594831128516731659'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961482044013133776/posts/default/4594831128516731659'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shaimsabayouth.blogspot.com/2011/05/malam-itu-di-tanjung-batu.html' title='Malam itu di Tanjung Batu'/><author><name>Shaim Basyari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08894857128265578978</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-ahyAcVdCVuI/TfhQ19k3_rI/AAAAAAAAAEY/3eKvCjlob-U/s220/IMG_3706.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-0aR7fKYbKFM/TcdpUj4sabI/AAAAAAAAAD8/xoMl_TrhHs4/s72-c/IMG_0475.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961482044013133776.post-5404188272486100687</id><published>2011-04-29T08:02:00.007+07:00</published><updated>2011-04-29T08:31:11.654+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Oleh-oleh Sangalaki'/><title type='text'>Keindahan Pemandangan di Semama Island</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Betapa pun terasa jauhnya perjalanan kami dari Jogja-Berau, Kaltim ini ,  tapi ketika sampai di sini letih itu tak kunjung datang. Subhanalloh,  Allah memberi kami pemandangan alam yang menakjubkan. Pantai dengan  pasirnya yang putih, terumbu karang dengan aneka biota lautnya yang  eksotis. Mungin gambar-gambar ini bisa mendeskripsikan dan membagikan  keindahan ini pada kalian&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-n_QffEhAIh4/TboPLybIfbI/AAAAAAAAAC8/PdFJ1y7F2to/s1600/IMG_0598.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-n_QffEhAIh4/TboPLybIfbI/AAAAAAAAAC8/PdFJ1y7F2to/s320/IMG_0598.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5600805781777186226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Foto itu diambil di depan kantor (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;base camp&lt;/span&gt;) Pulau Semama. Waktu itu air sedang akan surut. sangat tenang ditambah cuaca yang cukup cerah.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-oWBEdaIxjw8/TboQRrsWXxI/AAAAAAAAADE/RNkT2FPmY7g/s1600/IMG_0656.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-oWBEdaIxjw8/TboQRrsWXxI/AAAAAAAAADE/RNkT2FPmY7g/s320/IMG_0656.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5600806982561193746" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Inilah yang terjadi jika pantai di pulau Semama ini surut. Surutnya sangat jauh, hingga pohon bakau yang ada di tengah sana. Bahkan lebih mungkin. Waktu-waktu seperti ini, sangat cocok untuk melihat biota laut yang ada.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-X8Icyfdd6wg/TboRejCQ76I/AAAAAAAAADM/LiZ7HrLFPFg/s1600/IMG_0642.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-X8Icyfdd6wg/TboRejCQ76I/AAAAAAAAADM/LiZ7HrLFPFg/s320/IMG_0642.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5600808303087120290" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Bahkan kapal kami pun harus karam seperti ini. Di pulau semama inilah sebenarnya, kami transit hingga air pasang kembali dan bisa berlayar lagi.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-eaw2wXjCG9I/TboS0wB4OXI/AAAAAAAAADU/au62SXScpIY/s1600/IMG_0707.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-eaw2wXjCG9I/TboS0wB4OXI/AAAAAAAAADU/au62SXScpIY/s320/IMG_0707.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5600809784043911538" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Di beberapa sisi pulau, ada yang masih menggenang seperti ini. Berbeda dengan bakau di surabaya dan cilacap, substrat dasar bakau ini pasir putih dan karang bukan lumpur. Biotanya menawan dan Eksotis!&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-VFqRtgqMbaI/TboUMjfGpWI/AAAAAAAAADc/5HloyfcPCIQ/s1600/IMG_0759.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-VFqRtgqMbaI/TboUMjfGpWI/AAAAAAAAADc/5HloyfcPCIQ/s320/IMG_0759.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5600811292505318754" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Rasanya tak terbendung lagi untuk tidur di pantai seputih ini. Tak ada jejak seorang pun. Masih perawan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961482044013133776-5404188272486100687?l=shaimsabayouth.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shaimsabayouth.blogspot.com/feeds/5404188272486100687/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shaimsabayouth.blogspot.com/2011/04/keindahan-pemandangan-di-semama-island.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961482044013133776/posts/default/5404188272486100687'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961482044013133776/posts/default/5404188272486100687'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shaimsabayouth.blogspot.com/2011/04/keindahan-pemandangan-di-semama-island.html' title='Keindahan Pemandangan di Semama Island'/><author><name>Shaim Basyari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08894857128265578978</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-ahyAcVdCVuI/TfhQ19k3_rI/AAAAAAAAAEY/3eKvCjlob-U/s220/IMG_3706.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-n_QffEhAIh4/TboPLybIfbI/AAAAAAAAAC8/PdFJ1y7F2to/s72-c/IMG_0598.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961482044013133776.post-3013356160472428701</id><published>2011-04-27T15:48:00.006+07:00</published><updated>2011-04-29T08:35:19.849+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Oleh-oleh Sangalaki'/><title type='text'>Cross the Sea #1, Menuju Semama</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-SVc8K1tBMRE/TbfZlvW39-I/AAAAAAAAACk/Wlpc4_sJa3o/s1600/IMG_0505.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-SVc8K1tBMRE/TbfZlvW39-I/AAAAAAAAACk/Wlpc4_sJa3o/s320/IMG_0505.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5600183904049297378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pagi itu setelah sholat subuh, kami menyempatkan diri untuk melihat TV sejenak. Tapi tak lama, karena jam 6 pagi TV akan mati seiring dengan padamnya listrik secara otomatis. Tepat setelah padamnya listrik. Pak Agus sang pemilik perahu dan pak Karna yang menemani kami ke pulau Sangalaki tengah bersiap untuk segera berangkat ke Sangalaki. Itu artinya kami harus segera bersiap-siap juga.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;“Ayo kita berangkat sekarang !” ajak pak Agus pada kami&lt;br /&gt;“Oke, siap pak!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perahu kecil milik pak Agus di belakang sana sudah terapung-apung, tandanya air laut pasang. Dan kami harus segera memanfaatkan pasang untuk berlayar. Pak Agus menunjukkan pada kami jalan menuju perahu berbahan dasar kayu itu. Sambil membawa semua barang-barang, kami pun mengikuti pak Agus menuju perahu. Memasukkan barang dan memposisikan diri untuk bersiap berlayar. Anak-anak kecil yang mandi di belakang rumah memberikan pemandangan menarik tersendiri kala itu. Melompat ke air dengan posisi badan berbalik. “Byuuur”… segarnya. Pemandangan seperti ini amat langka saya temui di daerah asal, Yogyakarta. Seiring dengan polusi yang semakin menjadi-jadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi ini cuaca sungguh sangat cerah, angin tak begitu kencang, hanya sepoi-sepoi. Air laut sangat tenang, dan matahari di ujung timur sana member cahayanya. Dan air pun memantulkan bagai ribuan kaca yang berkilauan. Subhanalloh, semakin menyakinkan langkah kami saja untuk mangarungi laut Sulawesi. Menuju sangalaki.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pak Agus mulai melepas tali pengikat perahu, mengeslah diesel sebagai penggerak perahu. Bluk..bluk..bluk.bluk.bluk. dan akhirnya putaran demi putaran mesin diesel itu mengantarkan kami meninggalkan pulau Kalimantan untuk menuju ke Sangalaki. Sebenarnya memakai perahu seperti ini utnuk menyebrang cukup menguntungkan bagi saya dan lebih saya sukai dari pada speed boat. Selain biayanya yang tak terlalu mahal, apalagi bareng POLHUT kayak gini yang cukup membantu biaya solar saja. Hehe. Menggunakan perahu sederhana ini saya bisa lihat dengan puas pemandangan di tengah laut Sulawesi di Berau ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa saat setelah perahu berjalan, kami disuguhi pemandangn puluhan karamba yang dibangun penduduk setempat di tengah lautan luas ini. Pas di kawasan ini, saya jadi teringat foto-foto temen-temen Bionic yang dulu ekspedisi di Muara Gembong. Ya, foto-foto ratusan burung yang bertengger di bambu-bambu karamba. Mata saya mulai mencicil kemana-mana, memandang setiap karamba, dan berharap ada burung-burung itu. Memang ini bukan muara gembong,tak ada karamba yang dipenuhi burung. Hanya beberapa karamba saja yang kudapati ada burung bertengger. Setidaknya kawanan kuntul karang (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Egretta sacra&lt;/span&gt;), Dara laut kecil (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sterna albifrons&lt;/span&gt;). Ya, setidaknya mereka lah yang sedikit menghibur hati saya waktu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di ujung selatan sana, salah satu kawasan pegunungan di Kalimantan Timur terlihat jelas. Sebelumnya saya penasaran dengan kawasan itu. Hingga akhirnya pak Karna dan pak agus bergantian memberi tahu tentang pegunungan yang masih dalam propinsi Kalimantan Timur. Nama daerahnya lupa dan tak sempat saya catat.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-vTOI_IdCNww/TboVtfJNEJI/AAAAAAAAADk/d1Md0ni7Tuw/s1600/DSC07111.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-vTOI_IdCNww/TboVtfJNEJI/AAAAAAAAADk/d1Md0ni7Tuw/s320/DSC07111.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5600812957787033746" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Meninggalkan karamba-karamba itu, kini kami berada di tengah lautan Sulawesi. Daratan Kalimantan pun sulit kami lihat lagi. sewaktu di tengah lautan seperti ini beberapa ekor cikalang melintas di depan perahu kami maupun di atas perahu. Yang berhasil saya identifikasi dengan baik hanya gerombolan cikalang cristmas (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Fregata andrewsi&lt;/span&gt;). Jumahnya cukup banyak, setidaknya saya dapat melihat 19 ekor dalam satu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;flock&lt;/span&gt; terbang. Beberapa ekor cikalang lainnya mungkin beda jenis tapi juga bisa satu jenis, keterbatasan pandangan akibat cahaya matahari membuatnya siluet dan sulit untuk diidentifikasi. Pemandangan seperti ini dapat kami lihat selama perjalanan menyusuri lautan Sulawesi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa pulau kecil telah kami lalui, pak Karna menceritakan satu demi satu pulau yang kami lewati itu. Pulau Derawan yang kemaren saya lihat dari kejauhan di pinggir pelabuhan sana, sekarang cukup dekat dengan saya, walupun tak dapat saya lihat dengan detail. Cukup cerita dari pak Karna dan Pak Agus yang duduk di dekat saya, di perahu itu. Hingga perahu kami mendekat pada sebuah pulau. “Sangalaki kah?” tanyaku. “Bukan, ini pulau Semama. Kita akan transit di sini dulu sampai air laut pasang lagi nanti” jawab pak Agus. Ya, kami harus transit dulu di pulau Semama, menunggu air laut pasang agar perahu tidak karam. Saat perahu mendekat ke pulau, hamparan terumbu karang di bawah air laut yang jernih itu semakin terlihat menawan. “ Mas mas ndelok ngisor mas !, “ Nizzar mencoba menunjukkan pada saya tentang hamparan terumbu karang itu. Subhanalloh, warna hijau kebiru-biruan itu semakin membuat ngiler saya untuk menceburkan diri ke laut. Sayang, saya tak dapat berenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan akhirnya hamparan pasir putih bersih menyambut kedatangan kami di pulau Semama. Suara cekakak Sungai sangat jelas terdengar. Ternyata dia berada di pohon yang tumbuh tidak terlalu tinggi. Di dekat pos jaga pulau Semama. Di pulau Semama satu-satunya rumah adalah pos jaga ini. Pos yang dihuni oleh beberapa polisi hutan dan beberapa petugas lainnya. Juga terkadang peneliti atau orang-orang gak jelas seperti kami.hehe&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961482044013133776-3013356160472428701?l=shaimsabayouth.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shaimsabayouth.blogspot.com/feeds/3013356160472428701/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shaimsabayouth.blogspot.com/2011/04/cross-sea-1-menuju-semama.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961482044013133776/posts/default/3013356160472428701'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961482044013133776/posts/default/3013356160472428701'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shaimsabayouth.blogspot.com/2011/04/cross-sea-1-menuju-semama.html' title='Cross the Sea #1, Menuju Semama'/><author><name>Shaim Basyari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08894857128265578978</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-ahyAcVdCVuI/TfhQ19k3_rI/AAAAAAAAAEY/3eKvCjlob-U/s220/IMG_3706.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-SVc8K1tBMRE/TbfZlvW39-I/AAAAAAAAACk/Wlpc4_sJa3o/s72-c/IMG_0505.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961482044013133776.post-6675115153031984120</id><published>2011-04-27T15:09:00.005+07:00</published><updated>2011-04-29T08:39:48.958+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Oleh-oleh Sangalaki'/><title type='text'>Menuju kota Pelabuhan “Tanjung Batu”</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-J6FrFC2OYQ4/TbfUeB4KPJI/AAAAAAAAACc/5RamStkz7tY/s1600/IMG_0450.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-J6FrFC2OYQ4/TbfUeB4KPJI/AAAAAAAAACc/5RamStkz7tY/s320/IMG_0450.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5600178274023652498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“ Bagaimana, klu kita brgkat besok siang jam 1 siapka….!”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore itu tiba-tiba ada sms masuk dalam inbox ponselku. Ya, sms dari Pak Karna, Polhut yang akan pergi juga ke pulau Sangalaki. Pak Karna memang bertugas di kawasan Taman Wisata Alam Laut yang dikelola BKSDA Kalimantan Timur itu. Beliau lah yang sebelumnya telah bersedia membantu kami untuk menyebrang ke pulau Sangalaki bersama. Kami pun menyambut sms dari Pak Karna sebagai kabar gembira karena tidak lain sebentar lagi kami sampai di lokasi tujuan, pulau Sangalaki. Segera setelah itu berbagai persiapan kami lakukan, mulai dari persiapan alat yang akan dibawa hingga kebutuhan logistic kami yang rencananya akan bermukim kurang lebih selama satu minggu di pulau kecil itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“ Yow is, mengko bengi tak masakne lontong !”  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan gaya jawa, begitu kira-kira Ibunya Zainul menawarkan sekaligus menanggapi pernyataan kami yang akan berangkat besok siang. Kami pun tak segan-segan untuk membantu beliau menyiapkan bahan dan memasak lontong-lontong itu. Beras-beras itu mulai dimasukkan dalam plastik panjang, dibungkus dan dimasukkan dalam soblok besar. Lauknya adalah tempe kering atau orang biasa menyebutnya kering saja. Makanan-makanan inilah yang kami yakini bisa bertahan lama. Sebagai bekal kami, selama di pulau Sangalaki. Beberapa potong lontong pun sudah siap untuk dibawa besok. Juga tempe kering yang kami masukkan dalam kresek hitam sedang. Tas ransel kami pun sudah penuh dengan pakaian dan perlengkapan lain yang siap untuk dibawa esoknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti pagi di hari sebelumnya, saya mengawali dengan birding di sekitar rumah Zainul. Lagi-lagi cinenen merah membuat saya masih ingin berlama-lama memandang dan mendengar merdu suaranya. Sesekali kipasan belang mempertontonkan ekornya yang selebar ‘kipas” itu. Di kipaskannya ke kiri dan ke kanan. Burung madu sriganti dan madu kelapa sepertinya tidak mau ketinggalan menunujukkan aksinya melocat lincah dari bunga satu ke bunga lain. Pagi itu hanya sebentar saja saya birding, karena harus menyiapkan berbagai keperluan yang akan dibawa ke pulau Sangalaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak terasa waktu menunjukkan pukul 12.00 WITA yang berarti sebentar lagi kami berangkat menuju ke Sangalaki. Kami pun segera mengambil air wudlu, sholat, makan dan setelah itu langsung menuju ke kantor BKSDA Berau, tempat dimana kami janjian dengan Pak Karna. Kami berangkat sekitar pukul 13.00 WITA. Dari rumah Zainul perjalanan ke kantor BKSDA kami tempuh dengan sepeda motor. Sampai kantor BKSDA sekitar pukul 13.15 WITA. Kami lihat Pak Karna belum datang, tiba-tiba beberapa saat kemudian dia menjawab sms saya, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“ tunggu, mobilnya ngisi minyak dulu ya ! “ &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-fAF5O8PV12Y/TboWtOhYVtI/AAAAAAAAADs/nNT8mrSFcHQ/s1600/IMG_0414.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-fAF5O8PV12Y/TboWtOhYVtI/AAAAAAAAADs/nNT8mrSFcHQ/s320/IMG_0414.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5600814052836660946" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sudah satu jam lebih sejak sms pak Karna itu masuk di inbox ponselku, beliau belum datang juga. Di Berau, pemandangan antri panjang di SPBU adalah hal yang biasa. Katanya sih, pasokan BBM ke salah satu kabupaten di Kaltim ini tak sebanyak di Jawa. Selama 2 jam itu, kami sempatkan untuk bersantai di dalam kantor sambil nonton TV, terkadang ngrusuhi salah satu orang di BKSDA yang sedang membenahi mobil Polhut di depan sana. Dan sekitar jam 15.00, pak Karna dan “taksi” pun datang. Taksi adalah sebutan angkutan umum dari mobil berjenis kijang/avansa/xenia (maaf sebut merk, hehehe). Ya, kalau di Jawa mirip travel gitulah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan pun dimulai. Selama 15 menit dari kantor BKSDA kami disuguhi pemandangan kota Berau yang geliat pembangunanya terlihat disetiap sudut kota. Lalu lalang kapal barang, kapal nelayan maupun speed boat menghiasi sungai-sungai besar yang melintasi kota. 15 menit pun berlalu, dan kami mulai memasuki areal tambang batubara. Tampak areal pegunungan terhampar di sepanjang jalan. Sebagian diantaranya banyak yang telah dikeruk dan ambil batubaranya, ada juga yang dimanfaatkan penduduk untuk lahan pertanian maupun tempat tinggal. Zainul pun bercerita tentang tambang batubara yang dimiliki Berau Coal itu. Salah satu perusahaan tambang batubara terbesar di Berau, katanya. Sesekali ia menunjukkan pada saya batubara dan alat-alat berat yang digunakan untuk mengangkutnya. Beberapa saat kemudian, pemandangan tambang berubah menjadi areal hijau yang penuh dengan pohon-pohon tinggi dan rapat. Ya, hutan hujan yang masih sedikit tersisa di Berau. Di bagian inilah,  perjalanan ke pelabuhan Tanjung batu paling saya nikmati. Rasanya mata saya ingin tetap dipecicilkan untuk melihat pemandangan di luar kaca mobil sana. Sambil berharap ada sesuatu yang dapat saya lihat. Elang bondol dan elang laut perut putih terlihat sangat umum selama perjalanan, mulai dari kota hingga di hutan hujan ini. Bahkan saya sempat melihat dalam 1 pohon ada 10 ekor elang bondol. Tahu jika Nizzar suka dengan raptor, saya pun menablek bahunya, sambil menunjuk ke pohon itu. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Zar !”&lt;/span&gt;, panggilku. Ia pun menanggapinya dengan kata khasnya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Sangar !”&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa saat kemudian,&lt;span style="font-style: italic;"&gt; “Pelatuk Ayam !!”&lt;/span&gt;. saya berteriak. sontak Nizzar merespon dengan kata, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“ndi mas, ndi mas??”&lt;/span&gt;. Tapi laju mobil terlalu cepat untuk berbagi kebahagian melihat si pelatuk sebesar ayam itu bertengger di pohon tinggi dekat jalan. Sungguh, rasanya beruntung sekali saya bisa melihat burung berjambul merah itu. Saat saya pergi ke Taman Nasional Baluran tahun lalu, saya tak seberuntung ini. Lokasi di Jawa yang menjadi salah satu habitat burung dengan nama ilmiah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dryocopus javensis&lt;/span&gt;  ini mungkin ditakdirkan bukan tempat menaruh cinta pada pandangan pertama saya pada burung ini. Justru, di pinggir jalan saat saya ingin ke pelabuhan. Tak pernah saya sangka sebelumnya. Dalam hitungan saya, kurang lebih dua jam kami melewati hutan hujan dengan kerapatan tinggi itu, hingga akhirnya dua orang penumpang turun di sebuah ladang sawit luas yang baru saja dibuat.  Ladang yang dibuat dengan membabat berhektar-hektar hutan itu terlihat seperti padang savanna yang sangat luas. Di beberapa sisinya terdapat pohon-pohon tinggi yang kering tak berdaun. Mungkin bekas dibakar hingga tak menyisakan daun sedikit pun. Pak Karna sedikit bercerita tentang ladang sawit ini, yang dulu merupakan hutan hujan yang lebat juga, katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama berselang setelah ladang sawit luas itu, akhirnya sampai di kawasan tanjung batu. Sebuah kawasan yang bisa disebut kota pelabuhan di kabupaten Berau. Tiba-tiba pak Karna bertanya pada kami&lt;br /&gt;“Kalian mau menginap di penginapan atau di rumah saya kah?”&lt;br /&gt;“ di rumah pak Karna aja Pak! “ jawab kami kompak.&lt;br /&gt;“ Tapi gak ada tempat tidurnya, nanti kalian tidur di depan TV tak apa?” Tanya pak Karna lagi,&lt;br /&gt;“ Ga apa Pak, itu sudah lebih dari cukup buat kami”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, jawaban kami mungkin tak mengada-ada dan benar-benar dari hati kami yang paling dalam. Menginap di rumah pak Karna setidaknya bisa lebih mengirit kocek karena tidak perlu membayar biaya penginapan. Hehe. Toh setidaknya kami sudah pernah bahkan sering tidur di lantai. Saya pun akan lebih beruntung karena pasti banyak cerita dari pak Karna tentang pulau Sangalaki dan tentang Kalimantan tentunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa saat kemudian, akhirnya kami sampai di tempat pak Karna. Saat itu waktu menunjukkan sekitar pukul 17.30 WITA. Ya, di kota pelabuhan Tanjung Batu. Melalui jalur inilah kami akan menyebrang esok harinya. Itu pun jika cuaca baik. Tidak mendung dan tak bergelombang tinggi. Begitu pak Karna menjelaskan pada kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya rumah yang kami tempati ini adalah milik pak Agus, yang tidak lain kakak kandung dari pak Karna. Beliau bekerja sebagai nelayan di tanjung batu ini. Dan kapal yang akan kita tumpangi untuk menyebrang besok tidak lain adalah kapal milik pak Agus. Kami disambut dengan luar biasa oleh keluarga pak Agus. Dalam satu rumah itu ada beberapa keluarga yang menempati. Kami dipersilahkan untuk makan dengan jamuan yang bagi kami special malam itu. Menu khas keluarga nelayan, ikan kering dan sambal yang cukup menggoda lidah kami.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961482044013133776-6675115153031984120?l=shaimsabayouth.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shaimsabayouth.blogspot.com/feeds/6675115153031984120/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shaimsabayouth.blogspot.com/2011/04/menuju-kota-pelabuhan-tanjung-batu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961482044013133776/posts/default/6675115153031984120'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961482044013133776/posts/default/6675115153031984120'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shaimsabayouth.blogspot.com/2011/04/menuju-kota-pelabuhan-tanjung-batu.html' title='Menuju kota Pelabuhan “Tanjung Batu”'/><author><name>Shaim Basyari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08894857128265578978</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-ahyAcVdCVuI/TfhQ19k3_rI/AAAAAAAAAEY/3eKvCjlob-U/s220/IMG_3706.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-J6FrFC2OYQ4/TbfUeB4KPJI/AAAAAAAAACc/5RamStkz7tY/s72-c/IMG_0450.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961482044013133776.post-8962657622625706637</id><published>2011-04-27T14:17:00.008+07:00</published><updated>2011-04-27T21:36:40.444+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Oleh-oleh Sangalaki'/><title type='text'>Semama Island</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-Fe7v4J_NkFo/TbfEd2OggTI/AAAAAAAAACE/R4vMrtRKKlw/s1600/IMG_0599.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-Fe7v4J_NkFo/TbfEd2OggTI/AAAAAAAAACE/R4vMrtRKKlw/s320/IMG_0599.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5600160678710116658" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat turun dari perahu kami langsung menuju pos jaga. Di rumah dengan bentuk panggung itu. Ada undak-undakan di depan rumah yang menuju ke ruang utama rumah ini. Seperti kebanyakan rumah di Kalimantan, semua terbuat dari kayu. Rumah ini terbagi menjadi lima ruangan. Dua ruang kamar tidur. Satu ruang tamu. Di bagian tengah rumah ini ada satu ruang cukup lebar, ada dua ranjang di sana. Dan di ruang bagian belakang digunakan untuk dapur lengkap dengan perlengkapannya. Kompor gas, wajan dan peralatan penggorengan lain. Rak piring, lengkap dengan piring dan gelas-gelasnya. Di sampingnya ada lemari es dengan bahan-bahan masakannya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-44jV37Ac1CE/TbfFmEJ1STI/AAAAAAAAACM/TtTysxubrkg/s1600/IMG_0823.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-44jV37Ac1CE/TbfFmEJ1STI/AAAAAAAAACM/TtTysxubrkg/s320/IMG_0823.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5600161919399184690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Begitu memasuki ruang utama kami disambut sangat baik oleh para penghuninya. Salah seorangnya polisi hutan, dan seorang lagi adalah penjaga satu-satunya rumah di Sangalaki itu. Dia juga bertugas mengawasi semua kawasan pulau Semama. Termasuk mengawasi penyu hijau yang kadang bertelur di pantai sepanjang pulau. Setelah berkenalan dan menjelaskan maksud kami datang ke sini, pak Karna memberitahu kami tentang pos ini. “ Pos ini biasa digunakan transit mahasiswa yang mau penelitian ke sangalaki juga. Kadang cewek juga” begitu terangnya. “ Ada yang penelitian khusus penelitian di pulau ini juga kah?” tanyaku. “Iya, ada penelitian tentang ikan dan terumbu karang di sini juga” tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keinginan saya untuk berkeliling pulau ini tak terbendung lagi, sementara teman saya yang lain sibuk memasak di dapur. Sebenarnya saya juga diajak untuk membantu, tapi saya bilang ke mereka “ Bentar ya, tak dolan sik”. Sambil membawa SLR Nizzar, saya keluar rumah. Mencoba mengeksplor biota yang ada. Yang saya temui burung madu bakau () mulai dari jantan dewasa, betinanya sampai yang juvenile semua berkumpul dalam satu pohon. Rhizopora sp. Di seberang sana, di rimbunan tumbuhan bakau suara cekakak sungai (Todirhamphus chloris)  terdengar keras dan parau. Saya mencoba berjalan ke arah sudut timur sana. Banyak ikan glodok yang bermunculan di sela-sela akar nafas. Juga di sepanjang pantai berpasir putih ini, selama mata memandang pasti ada pong-pongan (orang Kalimantan menyebutnya kelomang) yang bisa kulihat dengan mudah. Saya memutar-mutar badan. Memfokuskan mata ke rimbunan pohon tinggi di hutan pantai ini. Dua ekor burung cukup besar bertengger. Bino saya arahkan ke mereka, mencoba mengidentifikasi dan akhirnya saya berteriak “ Pergam kelabu !”. bersyukur bisa melihatnya. Burung yang masuk dalam kategori rentan ini tampak bertengger di pohon besar di depanku. Tak lama berselang, teriakan sontit terus terus saja terdengar. Bukan hanya suara, tapi tulisan di inbox sms hp saya pun ada. Itu tandanya, saya harus segera kembali ke pos. membantu mereka memasak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah sayur apa yang kita masak ini. “RC” kata Tolaal. Alias ra cetho (red. Ga jelas). Walaupun begitu ternyata masakan juga habis terlahap. Mungkin enak, mungkin juga lapar. Tapi alas an lebih mengarah pada “lapar”. Pasalnya yang memasak adalah para chef. Chef Bret !. Waktu itu kami makan di ruang tengah, semua berkumpul disini. Kita makan bareng, ada polisi hutan,penjaga pos, pak Agus, pak Karna, juga kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perut kami pun akhirnya kenyang. Saya membawa bino dan SLR Nizar untuk di bawa ke teras depan dan belakang rumah ini. Mondar-mandir, bolak balik, ke depan ke belakang. Di bawah pancuran tempat cucian piring, saya melihat fenomena cukup unik. Ratusan pong-pongan atau kelomang berkumpul jadi satu. Besar, kecil semua ada. “ Lagi rapat kae im,” Tolaal melontarkan kata konyolnya. “Hahahaha”. Kalau di Jogja, pasti sudah diambil dan dijual ke anak-anak kecil ni. Gumamku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perasaanku ada yang kurang. “Oh iya, buku Mac Kinnon saya tertinggal di perahu”. Saya langsung keluar. Bersamaan itu, pak Agus ternyata sudah balik dari perahu yang karam karena surut di agak tengah sana. “Mau ke perahu kah?” tanyanya. “Iya pak, mau ngambil buku yang tertinggal di tas pak”. Jawabku. “Nanti kalu ke perahu hati-hati ya, naiknya dari sisi sebelah kiri perahu. Jika tidak, nanti perahunya bisa terbalik”. Terangnya. “ Oh ya pak, “ sambil mengangguk saya mencoba memahami. Walaupun begitu pak Agus berbalik arah dan menemani saya mengambil buku itu. Mungkin pak Agus ragu meninggalkan saya sendiri, takut perahu terbalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir sampai perahu, dan saya melihat sesuatu. Putih panjang, dengan posisi bersiap. Mungkin dia tahu ada saya yang mendekat. “Zar, mrene!”. Teriakku. Sebenarnya bukan Nizzar yang saya harapkan, tapi kameranya. Hehehe. “jepret, jepret,jepret”. Foto demi foto kudapat sudah. Tolaal dari pos, turun ke bawah mengikuti kami yang sudah duluan ke air. Sementara Zainul tidur pulas, di ranjang ruang tengah. Pak Agus mungkin heran melihat tingkah kami yang gumunan itu. Buku saya ambil, dan berkat saran pak Agus perahu tak terbalik. Setelah itu, mungkin karena kasihan melihat kami yang baru ketemu ular laut saja sudah senang pak Agus mengajak kami berkeliling. “Ikut saya yuk, saya tunjukkan ikan-ikan bagus di sana, kalau mau ambil gambarnya mudah”. Ajak pak Agus pada kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru  jalan sekejap saja, teripang berwarna hitam memesona kami. Bintang laut, yang dulu waktu SL di Krakal tak dapat ku lihat kini di pulau ini berbagai jenisnya ada. Landak laut berukuran besar  dengan duri yang panjang dalam satu flock yang cukup banyak tak luput dari bidikan lensa kami. Ikan pari ekor biru cukup mengagetkan kami, karena racun di ekornya yang terkenal berbahaya. Memasuki area bebakauan dengan air laut menggenang tenang di bawahnya, keindahan itu kini terlihat. Pesona terumbu karangnya eksotis. Dihiasi ikan-ikan laut berwarna-warni yang mudah dilihat dan jinak. Tak hentinya kalimat “subhanalloh” mengalir deras dari bibirku. Tolaal yang kebetulan bukan anak biologi pun terlihat takjub dibuatnya. Sambil membawa kamera ia mencoba merekam kejadian-kejadian indah nan menakjubkan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nampaknya pak Agus mulai kelelahan, dia mengajak kami untuk kembali naik ke daratan. Kami pun mengiyakan. Pasir putih bersih kembali menyambut kami yang baru naik dari air. Tak ada jejak apapun, bersih banget. Subhanalloh. Rasa gumun kami kembali tak terbendung. Rimbunan hutan mangrove dengan pasir putih menjadi pemandangan kala kembali menuju pos. Sesampainya di pos, pak Agus langsung tertidur pulas. Tidur di kasur yang terurai di atas lantai. Begitu juga yang lainnya. Semua tertidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya  waktu itu tidak tidur, karena masih penasaran dengan pulau Semama nan cantik ini. Beberapa kali saya mengitari pulau, dengan matahari yang cukup terik. Pengalaman yang  menarik adalah ketika saya berada di bawah bakau, menunggu madu bakau yang asyik mondar mandir. Hampir-hampir saya tertidur dibuatnya. Ya, tertidur di atas akar bakau yang cukup kokoh. Akhirnya saya pun kembali ke pos, membawa hasil jepretan yang “apa adanya”. Dan bermain pong-pongan di bawah rumah panggung ternyata merupakan kegiatan yang cukup menyenangkan kala itu. Sambil menunggu air laut pasang.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961482044013133776-8962657622625706637?l=shaimsabayouth.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shaimsabayouth.blogspot.com/feeds/8962657622625706637/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shaimsabayouth.blogspot.com/2011/04/semama-island.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961482044013133776/posts/default/8962657622625706637'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961482044013133776/posts/default/8962657622625706637'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shaimsabayouth.blogspot.com/2011/04/semama-island.html' title='Semama Island'/><author><name>Shaim Basyari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08894857128265578978</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-ahyAcVdCVuI/TfhQ19k3_rI/AAAAAAAAAEY/3eKvCjlob-U/s220/IMG_3706.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-Fe7v4J_NkFo/TbfEd2OggTI/AAAAAAAAACE/R4vMrtRKKlw/s72-c/IMG_0599.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961482044013133776.post-432924755599909350</id><published>2011-04-26T15:25:00.006+07:00</published><updated>2011-04-27T22:42:18.147+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Oleh-oleh Sangalaki'/><title type='text'>Tentang Bondol Rawa Yang Bersarang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-aGil_pnMlkc/TbaEV5zT19I/AAAAAAAAAB8/kDDxDu3C7Ao/s1600/SS850100.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-aGil_pnMlkc/TbaEV5zT19I/AAAAAAAAAB8/kDDxDu3C7Ao/s320/SS850100.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5599808698509940690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tepat pada tanggal 27 Maret 2011, Saat tiba di bandara Kalimarau, Berau, Kalimantan Timur saya melihat kerumunan burung yang ada di taman depan bandara tersebut. Saya mencoba mengident satu demi satu burung yang ada. Pertama terlihat oleh mata saya adalah Bondol Kalimantan (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lonchura fuscans&lt;/span&gt;) yang umum saya temui selama kurang lebih satu minggu di sana. Tiba-tiba ada seekor burung yang mengalihkan penglihatan saya untuk lebih focus terhadapnya. Adalah bondol Rawa (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lonchura malacca&lt;/span&gt;) yang membawa materi sarang, sejenis rumput  yang telah kering. Saat itu saya sedang berada di mushola bandara. Saya pun beranjak dari tempat duduk dan mengejar burung berkepala hitam itu, penuh rasa penasaran “dimanakah ia bersarang?”. Ternyata bondol berukuran agak kecil ini bersarang di pohon palem yang tumbuh tidak terlalu tinggi. Sambil menunggu pesawat yang waktu itu delay dua jam, saya pun mengawasi gerak-geriknya. Sambil mencoba mendokumentasikan dengan kamera mungil yang saya bawa waktu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Berdua membangun sarang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-iPa2G9SD3Bo/TbaCof32rJI/AAAAAAAAAB0/__-EmtyOxZo/s1600/SS850096.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 231px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-iPa2G9SD3Bo/TbaCof32rJI/AAAAAAAAAB0/__-EmtyOxZo/s320/SS850096.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5599806818943937682" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti kebanyakan burung, bondol rawa membangun sarang secara gotong royong antara  jantan dan betinanya. Saya  bingung membedakan antara yang jantan dan betinanya. Karena memang, ia bukan tipe burung yang dimorfik. Tidak ada perbedaan morfologi yang mencolok yang dapat membedakan antara jantan dan betinanya. saat itu, saya mengamati dua burung yang bekerja sama membangun sarang. Salah satu burung berada di sarang untuk mengayam sarangnya, sedangkan pasangannya mencari materi sarang. Sungguh pertunjukan romantic yang pernah ada. Materi sarang yang ia pilih adalah rumput kering yang banyak tumbuh di bawah lokasi bersarangnya. Sesekali salah satu di antara mereka berdua mengawasi lingkungan setempatnya, aman atau tidak, termasuk dari gangguan orang-orang iseng seperti saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Status dan Persebarannya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mac kinnon menyebutkan penyebarannya di dunia meliputi India, Cina sampai Asia tenggara, semenanjung Malaysia, Sumatera, Kalimantan, Filipina, dan Sulawesi. Di pulau Kalimantan, dimana pertama kali saya melihat burung ini terdapat sangat banyak di dataran rendah, tercatat juga sampai ketinggian 1800 m di G. Kinabalu dan Dataran Tinggi Kelabi dan di depan bandara Kalimarau inilah, burung ini mudah dijumpai bersama kelompok bondol lainnya&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961482044013133776-432924755599909350?l=shaimsabayouth.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shaimsabayouth.blogspot.com/feeds/432924755599909350/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shaimsabayouth.blogspot.com/2011/04/tentang-bondol-rawa-yang-bersarang.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961482044013133776/posts/default/432924755599909350'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961482044013133776/posts/default/432924755599909350'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shaimsabayouth.blogspot.com/2011/04/tentang-bondol-rawa-yang-bersarang.html' title='Tentang Bondol Rawa Yang Bersarang'/><author><name>Shaim Basyari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08894857128265578978</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-ahyAcVdCVuI/TfhQ19k3_rI/AAAAAAAAAEY/3eKvCjlob-U/s220/IMG_3706.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-aGil_pnMlkc/TbaEV5zT19I/AAAAAAAAAB8/kDDxDu3C7Ao/s72-c/SS850100.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961482044013133776.post-8342219022937432573</id><published>2011-02-16T10:43:00.007+07:00</published><updated>2011-04-27T21:42:28.352+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lovely Bird'/><title type='text'>The Amazing Bird (Bagian 1)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa burung di bawah ini memiliki keistimewaan yang sangat menarik untuk kita ketahui. Fakta-fakta yang ada sungguh mampu membuat burung-burung ini menjadi tokoh &lt;span&gt;FENOMENAL&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cerek Jawa&lt;/span&gt; (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Charadrius javanicus&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-9hugX1NK70o/TVtJm2K-abI/AAAAAAAAABQ/3FuHT07-Jhg/s1600/Charadrius_javanicus_%2Btrisik14_AM.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 246px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-9hugX1NK70o/TVtJm2K-abI/AAAAAAAAABQ/3FuHT07-Jhg/s320/Charadrius_javanicus_%2Btrisik14_AM.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5574129895526525362" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;                 &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Salah satu burung pantai ini memiliki keunikan sendiri dengan nama belakangnya. Kebanyakan burung dengan nama “Jawa” di belakangnya biasanya merupakan burung endemic pulau jawa. Tapi tidak untuk Cerek Jawa. Burung dengan nama ilmiah Charadrius javanicus ini ternyata tersebar di beberapa penjuru Nusantara. Setidaknya burung ini pernah dijumpai di 4 pulau besar Indonesia. Sumatra, Jawa, Sulawesi, dan Nusa Tenggara&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Elang Jawa&lt;/span&gt; (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Spizaetus bartelsi&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-uqfXA-vld14/TVtKGUGRWlI/AAAAAAAAABY/3DDAFhoksF4/s1600/elang-jawa2.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 288px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-uqfXA-vld14/TVtKGUGRWlI/AAAAAAAAABY/3DDAFhoksF4/s320/elang-jawa2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5574130436135803474" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yang special dari salah satu Raptor ini adalah digunakannya sebagai lambang negara Indonesia. Jambulnya yang menantang langit menggagahkannya ketika sedang bertengger di pepohonnan. Dengan keberadaannya di alam yang terancam punah ia menjadi burung ‘seksi’ bagi pengamat burung dimanapun&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kacamata Togian&lt;/span&gt; (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Zosterops somadikartai&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-ujXjx9uFUkE/TVtKf_gDu2I/AAAAAAAAABg/KGi1UO-N_Ew/s1600/togian_whiteeye2fv.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-ujXjx9uFUkE/TVtKf_gDu2I/AAAAAAAAABg/KGi1UO-N_Ew/s320/togian_whiteeye2fv.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5574130877283416930" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Satu-satunya burung yang ditemukan oleh anak negeri dari 1600 lebih jenis burung di Indonesia. Namanya Somadikarta, sehingga untuk menghargai atas temuannya itu burung cantik ini diberi nama ilmiah Zosterops somadikartai. Burung kacamata satu ini lain daripada yang lain, umumnya burung kacamata memiliki “kacamata” berwarna putih sedangkan burung ini memiliki ‘kacamata” berwarna coklat&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Wiwik Kelabu&lt;/span&gt; (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Cacomantis merulinus&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-nondiRFI_fs/TVtKzBX3YCI/AAAAAAAAABo/zDEXsDGw7uY/s1600/plaintive-cuckoo-2.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 254px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-nondiRFI_fs/TVtKzBX3YCI/AAAAAAAAABo/zDEXsDGw7uY/s320/plaintive-cuckoo-2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5574131204203438114" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Siapa bilang ini burung biasa !?. di beberapa lokasi atau daerah di Indonesia, suaranya mungkin bisa mengagetkan ribuan orang penghuninya. Bukan karena kerasnya atau bunyinya yang menakutkan. Walaupun sekedar mitos, banyak orang menyakini bahwa jika dia bersuara maka ada orang yang meninggal hari itu juga. Benar tidaknya saya juga tidak tahu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961482044013133776-8342219022937432573?l=shaimsabayouth.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shaimsabayouth.blogspot.com/feeds/8342219022937432573/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shaimsabayouth.blogspot.com/2011/02/amazing-bird-bagian-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961482044013133776/posts/default/8342219022937432573'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961482044013133776/posts/default/8342219022937432573'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shaimsabayouth.blogspot.com/2011/02/amazing-bird-bagian-1.html' title='The Amazing Bird (Bagian 1)'/><author><name>Shaim Basyari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08894857128265578978</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-ahyAcVdCVuI/TfhQ19k3_rI/AAAAAAAAAEY/3eKvCjlob-U/s220/IMG_3706.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-9hugX1NK70o/TVtJm2K-abI/AAAAAAAAABQ/3FuHT07-Jhg/s72-c/Charadrius_javanicus_%2Btrisik14_AM.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961482044013133776.post-2539363015794787209</id><published>2011-02-01T19:19:00.003+07:00</published><updated>2011-04-27T21:44:45.882+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Birding'/><title type='text'>Pesta Kernyut</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk ke sekian kalinya pengamatan dengan temen-temen Bionic di pantai Trisik. Kali ini pengamatan bertepatan dengan hari Minggu, tanggal 29 Januari 2010. Lokasi pertama adalah di kawasan persawahan Trisik. Tidak banyak yang dapat Aku, Zul, Raden, Kukuh dan Abdu temui disini. Hanya beberapa ekor trinil semak (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tringa glareola&lt;/span&gt;) dan cerek jawa (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Charadrius javanicus&lt;/span&gt;) yang menyapa kedatangan kami. Di setiap sudut sawah terlihat kuntul kerbau (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bulbucus ibis&lt;/span&gt;) dalam kumpulan (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;flock&lt;/span&gt;) yang cukup besar.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kami berpindah ke persawahan Trisik sebelah selatan. Berbeda dengan sawah sebelumnya yang sudah mulai ditanami, sawah di bagian selatan ini masih terlihat terbelengkalai khas sawah habis panen. Kondisi ini biasanya sangat digandrungi beberapa spesies burung pantai, seperti berkik dan cerek kernyut. Dan benar adanya, beberapa ekor berkik (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Gallinago sp&lt;/span&gt;) sedang asyik mencari makan di sini. Juga Cerek Kernyut (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pluvialis fulva&lt;/span&gt;) dalam flock yang cukup besar dapat dengan mudah dilihat, tanpa bino atau mono sekalipun. Hitungan kami mencapai 124 ekor. Tidak luput dari pandangan juga beberapa ekor Trinil semak (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tringa glareola&lt;/span&gt;), Trinil kaki-hijau (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tringa nebularia&lt;/span&gt;) dan cerek jawa (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Charadrius javanicus&lt;/span&gt;) terlihat di bagian sawah yang lain. Dengan jumlah 124 ekor di hari itu, cukup membuat kami puas dan menyebutnya sebagai pesta Kernyut.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961482044013133776-2539363015794787209?l=shaimsabayouth.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shaimsabayouth.blogspot.com/feeds/2539363015794787209/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shaimsabayouth.blogspot.com/2011/02/pesta-kernyut.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961482044013133776/posts/default/2539363015794787209'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961482044013133776/posts/default/2539363015794787209'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shaimsabayouth.blogspot.com/2011/02/pesta-kernyut.html' title='Pesta Kernyut'/><author><name>Shaim Basyari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08894857128265578978</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-ahyAcVdCVuI/TfhQ19k3_rI/AAAAAAAAAEY/3eKvCjlob-U/s220/IMG_3706.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961482044013133776.post-460184508601789902</id><published>2011-02-01T19:12:00.003+07:00</published><updated>2011-04-27T21:46:58.166+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Birding'/><title type='text'>Diary AWC 2011</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Melihat pemandangan indah dan gedenya ombak di pantai bagi saya adalah hal yang biasa dan kerap kali dilakukan. Tapi melihat burung di pantai, bagi saya adalah sesuatu yang luar biasa. Ibarat pantai itu sebuah langit, maka burunglah bintangnya. Begitulah kiranya saya menggambarkan keasyikan melihat burung pantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak seperti pengamatan burung di hari-hari biasa, kali ini saya bersama rekan-rekan KPB BIONIC UNY melaksanakan agenda tahunan berbalut AWC (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Asian Waterbird Census&lt;/span&gt;). Kegiatan untuk mendata jenis-jenis burung air di seluruh Asia dan Australia. Lokasinya di pantai Trisik, Yogyakarta. Pantai yang sudah tak asing lagi bagi saya. Walaupun sebenarnya pemilihan lokasi ini penuh dengan keterpaksaan. Ya, keterpaksaan karena keadaan. Awalnya kita berencana untuk malakukan pendataan di pantai Pagak, Purworejo. Karena banyak alasan, maka pengamatan pun gak jadi dilakukan di Pagak. Pertama, rencana kumpul di MIPA jam 06.30 WIB satupun gak ada yang datang. Saya sendiri datang jam 7.15 WIB. Sepertinya virus keterlambatan di tubuh BIONIC belum ada penawarnya sampai saat ini. Bahkan justru menular dari generasi ke generasi. Ya ga sih?? Atau hanya saya ??Hehe. Kedua, setelah lama ditunggu-tunggu ternyata yang ikut ya yang terlambat itu. Saya, Abdu, Kukuh dan Mas Helmi. Berhubung kukuh ikut responsi anatomi tumbuhan, akhirnya hanya tinggal 3 orang yang rencananya bisa berangkat pagi ke Pagak. Nah, di sini saya dan Abdu akhirnya memutuskan untuk tidak jadi pengamatan di Pagak dengan alasan minimnya personel. Walaupun sebenernya bukan satu-satunya alasan yang mendasari. Namun demikian, di tengah perjalanan ke Trisik, kami berhasil menggondol mbak Mufti untuk bergabung dan ikut pengamatan. Alasan ketiga, berhubung ada mas imam di Trisik, maka sekalian aja ngikut mas imam…hehehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengamatan pertama dilakukan di persawahan. Teramati kuntul kerbau (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bulbucus ibis&lt;/span&gt;) dalam jumlah yang besar. Sesekali terlihat Trinil pantai (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Actitis hypoleucos)&lt;/span&gt; dan beberapa ekor Trinil semak (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tringa glareola&lt;/span&gt;) yang berbaur dalam satu lokasi untuk mencari makan bersama. Berpindah dari satu petak sawah ke petak yang lain dan akhirnya sampai pada lokasi pengamatan mas Imam T, mas ipin dan dua orang sahabat baru, mas Imam dan mbak unik. Di petak sawah ini, teramati Trinil kaki-hijau (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tringa nebularia&lt;/span&gt;), Blekok sawah (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ardeola speciosa&lt;/span&gt;), dan cerek jawa (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Charadrius javanicus&lt;/span&gt;) yang menjadi catatan tambahan hari itu. Beberapa kali mas Imam T mengamati petak sawah lain di sebelah utara dan mencatat spesies yang ia temui di catatannya. Di tengah teriknya matahari, saya mencoba berlatih mendokumentasikan satwa cantik itu dengan metode digiscroping. Walaupun masih kurang sana-sini dan masih harus banyak berlatih tapi itulah moment special yang saya alami saat itu. Beberapa menit kemudian kita beristirahat di rumah mbah Dewo, lokasi istimewa bagi para pengamat burung.hehehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring meronanya langit Trisik, pengamatan dilanjutkan di tepian pantai dan muara. Entah kenapa, hari itu burung-burung enggan menampakkan diri dan cenderung sepi. Sesekali terlihat Trinil pantai di tepian laut. Di seberang terlihat Dara laut jambul (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sterna bergii&lt;/span&gt;) &lt;span style="font-style: italic;"&gt;flocking&lt;/span&gt; dalam jumlah cukup besar. Beberapa orang akhirnya menyebrang ke delta melewati sungai progo dan menemukan beberapa spesies tambahan dalam catatan mereka. Di sinilah saya melihat pejuang konservasi sejati itu.Dan di sini juga saya yakin kelestarian akan terjadi jika banyak yang seperti mereka.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961482044013133776-460184508601789902?l=shaimsabayouth.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shaimsabayouth.blogspot.com/feeds/460184508601789902/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shaimsabayouth.blogspot.com/2011/02/diary-awc-2011.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961482044013133776/posts/default/460184508601789902'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961482044013133776/posts/default/460184508601789902'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shaimsabayouth.blogspot.com/2011/02/diary-awc-2011.html' title='Diary AWC 2011'/><author><name>Shaim Basyari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08894857128265578978</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-ahyAcVdCVuI/TfhQ19k3_rI/AAAAAAAAAEY/3eKvCjlob-U/s220/IMG_3706.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961482044013133776.post-8793533137173239457</id><published>2010-08-13T07:04:00.007+07:00</published><updated>2011-04-27T22:23:42.255+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bird Race'/><title type='text'>"BBC in my Heart"</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-Hc-ByUwS5x0/Tbg07im4NTI/AAAAAAAAACs/2FaRg5LGIIw/s1600/39486_1397586304376_1373816197_31043694_2052243_n.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 276px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-Hc-ByUwS5x0/Tbg07im4NTI/AAAAAAAAACs/2FaRg5LGIIw/s320/39486_1397586304376_1373816197_31043694_2052243_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5600284334142010674" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Subhanalloh, Maha Suci engkau Ya Allah yang telah menganugrahkan dua mata yang mampu melihat keagungan ciptaan-Mu, dua telinga yang mampu mendengar merdunya suara ayat qauliyah maupun qauniyah-Mu.... dua kaki yang mampu membawa tubuh ini melangkah untuk terus memahami dan senantiasa mempelajari alam ciptaan-Mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Baluran Britama Birding Competition&lt;/span&gt;, mungkin satu dari puluhan acara competisi pengamatan burung yang luar biasa. Bukan saja karena banyaknya peserta ataupun jutaan hadiah yang ditawarkan panitia. Lebih dari itu. Eksotisme alam yang memikat hati, memukau mata, menyejukkan pikiran dan memanjakan telinga seakan tersedia di sini, Taman Nasional Baluran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luasnya savana, birunya laut, hijaunya Evergreen, dan birunya gunung Baluran menuntunku untuk terus mengucap "Subhanalloh" pada-Mu. Betapa Kau telah menciptakan alam ini begitu sempurna. Diriku melihat Keseimbangan yang terjaga begitu luarbiasa. Tak ada satupun yang mampu menandingi Kuasa-Mu. Belajarlah dari hewan dan tumbuhan yang selalu hidup romantis berdampingan dan tanpa menyakiti satu dengan yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kau ingin melihat mahkota dan gaun yang indah, lihatlah merak hijau (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pavo muticus&lt;/span&gt;) dengan mahkota dan gaunnya yang menawan. Atau ingin melihat pemangsa yang gagah bak pahlawan?? Lihatlah Elang brontok (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Spizaetus cirrhatus&lt;/span&gt;). Atau si paruh besar nan gagah?? lihatlah kangkareng perut putih (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Anthracoceros albirostris&lt;/span&gt;), julang emas (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Aceros undulatus&lt;/span&gt;), atau rangkong badak (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Buceros rhinoceross)&lt;/span&gt;. Semuanya menginspirasi, mencontohkan pada kita bagaimana mereka punya fungsi yang berbeda-beda tanpa iri satu dengan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kau ingin melihat kawanan kelompok yang sangat kompak maka lihatlah bondol peking (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lonchura punctulata&lt;/span&gt;) yang selalu bersama kemanapun mereka pergi. Walaupun begitu ia tak pernah sungkan dan senantiasa rela hati manakala Gelatik jawa (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Padda oryzivora&lt;/span&gt;) ingin bergabung. Tidak jauh dari sana terlihat si mata tajam, Elang ular bido (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Spilornis cheela&lt;/span&gt;) berputar bak polisi hutan yang senantiasa mengawasi gerak-gerik mangsanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, kemanapun kita melangkahkan kaki di &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Taman Nasional Baluran&lt;/span&gt; membuat tubuh ini bergetar. Tunduk akan keagungan-Nya, takjub atas ciptaan-Nya,dan merasa rendah di hadapan-Nya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961482044013133776-8793533137173239457?l=shaimsabayouth.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shaimsabayouth.blogspot.com/feeds/8793533137173239457/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shaimsabayouth.blogspot.com/2010/08/bbc-in-my-heart.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961482044013133776/posts/default/8793533137173239457'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961482044013133776/posts/default/8793533137173239457'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shaimsabayouth.blogspot.com/2010/08/bbc-in-my-heart.html' title='&quot;BBC in my Heart&quot;'/><author><name>Shaim Basyari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08894857128265578978</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-ahyAcVdCVuI/TfhQ19k3_rI/AAAAAAAAAEY/3eKvCjlob-U/s220/IMG_3706.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-Hc-ByUwS5x0/Tbg07im4NTI/AAAAAAAAACs/2FaRg5LGIIw/s72-c/39486_1397586304376_1373816197_31043694_2052243_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961482044013133776.post-6505495846340326770</id><published>2010-04-01T11:52:00.009+07:00</published><updated>2011-04-29T15:57:16.445+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Birding'/><title type='text'>Birding Sermo</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-uC9sHR6O6RE/Tbg1xqFcfDI/AAAAAAAAAC0/pHd4LUK8ynY/s1600/23822_1298100297288_1373816197_30798847_7311662_n.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 311px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-uC9sHR6O6RE/Tbg1xqFcfDI/AAAAAAAAAC0/pHd4LUK8ynY/s320/23822_1298100297288_1373816197_30798847_7311662_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5600285263862201394" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pagi yang cerah di hari Minggu, 28 Maret 2009 aku, zul, mas nano, dan alfa birding di kawasan Sermo Kulon progo. Pengamatan di Sermo ini memang jauh-jauh hari sudah kami rencanakan. Pengamatan ini sendiri sebagai tindak lanjut dari proposal kami yang diterima Dikti tahun ini. Fokus pengamatan kami hari itu ada di petak 24 Kawasan Suaka Marga Satwa Sermo. Sedangkan di kawasan ini sendiri ada sekitar 5 petak. Petak 21, 22, 23, 24 dan 25. Luas keseluruhan petaknya ada sekitar 179 ha. Di petak ini, kami mencoba membuat track birding.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami memulai pengamatan dari depan kantor Dinas Kehutanan RPH Sermo. Dan kantor inilah yang rencananya akan menjadi tempat basecamp hingga kegiatan ini berakhir. Beberapa langkah dari kantor itu kami sudah disuguhi pemandangan menakjubkan. Empat ekor kehicap ranting (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hypothymis azurea&lt;/span&gt;) mencoba menari-nari di depan kami. Sambutan yang luar biasa. Bersamaan dengan itu pula seekor gelatik batu kelabu (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Parus major)&lt;/span&gt; menyapa kami dengan hangat. Menambah gairah birding kami hari itu. Sayangnya beberapa saat setelah itu awan hitam menutupi cahaya sang matahari. Membuat GPS yang dibawa zul pun tak berfungsi. Tapi itu hanya berlangsung singkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan birding kami lanjutkan, hingga sampai pada kawasan spot cucak kuning (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pycnonotus melanicterus&lt;/span&gt;). Puluhan cucak kuning dapat terlihat di sini, menari, bernyanyi dan bahkan aktifitas berumah tangga (bersarang maksudnya, hehe). Beberapa ekor kehicap ranting berbaur dengan cucak kuning, menunjukkan keharmonisan di antara mereka. Sesaat setelah itu suara ayam hutan hijau (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Gallus varius&lt;/span&gt;) terdengar dekat dan sangat keras. Aku, mas nano dan alfa pun mencoba memburunya. Tipenya yang sensitive membuat kami tak berdaya melihatnya. Hanya kepakan sayap dan bentuknya yang samar saja yang terlihat saat dia terbang menjauhi kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa ekor burung madu sriganti (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Nectarinia jugularis&lt;/span&gt;) dan madu kelapa (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Anthreptes malaccensis&lt;/span&gt;) tak luput dari pandangan kami. Suara khasnya yang melengking membuatnya cukup mudah dilacak dan diamati, walaupun tipe burung ini sangat aktif dengan tubuhnya yang mungil. Perjalanan selanjutnya lebih menantang karena kami harus membuat track birding di antara rerimbunan semak belukar di hutan sermo. Sampai akhirnya kami mengakhiri perjalanan. Di akhir perjalanan kami berhasil mengamati bubut jawa (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Centropus nigrorufus&lt;/span&gt;) yang sedang bertengger di sekitar wisma sermo. Eksotis!!!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-k4HA1VczcCI/Tbp84cfc2GI/AAAAAAAAAD0/_FpyaR6WTIw/s1600/IMG_0868.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-k4HA1VczcCI/Tbp84cfc2GI/AAAAAAAAAD0/_FpyaR6WTIw/s320/IMG_0868.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5600926395751258210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pemandangan seperti ini dapat dinikmati bukit yang berada di atas waduk sermo. Masih di kawasan Suaka Marga Satwa Sermo Kulon progo&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961482044013133776-6505495846340326770?l=shaimsabayouth.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shaimsabayouth.blogspot.com/feeds/6505495846340326770/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shaimsabayouth.blogspot.com/2010/04/birding-sermo.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961482044013133776/posts/default/6505495846340326770'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961482044013133776/posts/default/6505495846340326770'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shaimsabayouth.blogspot.com/2010/04/birding-sermo.html' title='Birding Sermo'/><author><name>Shaim Basyari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08894857128265578978</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-ahyAcVdCVuI/TfhQ19k3_rI/AAAAAAAAAEY/3eKvCjlob-U/s220/IMG_3706.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-uC9sHR6O6RE/Tbg1xqFcfDI/AAAAAAAAAC0/pHd4LUK8ynY/s72-c/23822_1298100297288_1373816197_30798847_7311662_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961482044013133776.post-636257364751874723</id><published>2010-03-26T14:41:00.004+07:00</published><updated>2011-04-28T15:58:13.727+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bird Race'/><title type='text'>Cerita dari Semarang Birdwatching Race 2009</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ini ada sedikit cerita dari Semarang…semoga masih enak dimakan walaupun udah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; agak basi…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamis sore, 22 November 2009 aku, mas helmi, Zul 08, dan mas Abhe berangkat dari jogja sekitar jam 5 sore. Sebelumnya sempat mampir dulu ke rumah Zul. Sore itu hujan turun walaupun tidak terlalu deras. Akan tetapi sewaktu kita sampai di tugu perbatasan Jogja-Jawa Tengah hujan turun sangat deras. Menambah aksi militant kami yang waktu itu nekat naik sepeda motor ke Semarang. Tujuannya adalah untuk ikut Semarang Birdwatching Race 2009. Ketika kami sampai kota magelang hujan mulai reda. Mantel tetep kita pakai. Lumayan buat anget-anget. Hehe. Aku baru pertama kali ini ke Semarang naik motor. Jalannya peteng ndedet, habis itu dipenuhi puluhan container dan truk tronton yang jalan lambat layaknya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Achatina fulica &lt;/span&gt;alias bekicot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kami sampai di depan Kejaksaan Ambarawa, kami mampir di salah satu warung srabi. Ternyata enak, entah karena lapar atau emang enak tenanan. Jujur, baru pertama kali ini aku makan srabi. Uenake… Kita sampai kota Semarang sekitar pukul 22.00 WIB. Mampir di depan salah satu toko yang tutup. Kita berteduh di situ karena hujan yang sangat deras. Udah kayak gelandangan aja nih kita…hehe. Sekitar jam 22.30 kita dijemput mas Fian dari Green Community dan kita diantar ke kosnya. Di sinilah kita menginap untuk semalam. Jum'at pagi sekitar pukul 06.00 WIB kita berangkat ke UNNES dan mengikuti acara pembukaannya sekitar jam 8.00 WIB di bawah tenda besar milik MENWA UNNES.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore hari kita sepat jadi asisten anak SMA yang sedang pelatihan BW dan sket. Di sinilah kita kenalan sama villa, Michele, dan satu lagi ku lupa namanya. Sebelum maghrib kita berangkat ke Desa tujuan yaitu Limbangan. Dan sampai sana sekitar pukul 9 malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sejuta Burung di Limbangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat pagi datang di hari Sabtu, 24 November 09 kami bersiap untuk pengamatan. Waktu saat itu menunjukkan pukul 06.00 WIB. Wajah ceria menyelimuti di setiap kami. Berharap dapat spesies yang kami impikan. Dan list yang bertambah tentunya. Sebelum pengamatan, perut kami harus dalam keadaan kenyang biar konsen pas pengamatannya. Tak lupa kami membawa bekal yang telah disediakan Bu nunut (pemilik rumah/ &lt;span style="font-style: italic;"&gt;home stay&lt;/span&gt; kita). Saat baru saja keluar rumah, kami langsung disuguhi pemandangan menakjubkan. 2 ekor julang emas (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Aceros undulatus&lt;/span&gt;) terbang di atas kami dengan kepakan sayap yang keras dan ukuran tubuh yang cukup besar. Wah..wah..keren!. Setelah itu kami sekeluarga (satu home stay maksudnya) turun bersama ke secretariat panitia di lapangan bawah untuk pelepasan. Akhirnya pengamatan dimulai…tim kami, Bionic memulai aksinya,,hehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat peserta lain meninggalkan lokasi secretariat, kami tidak serta merta meninggalkan lokasi itu. Kami menyisir lokasi di pinggiran hutan itu. Lokasinya cukup kompleks, ada persawahan, sungai dan perkebunan. Hasilnya cukup menggembirakan, di pohon kelapa dekat sungai kami bertemu madu sriganti (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Nectarinia jugularis&lt;/span&gt;), tak jauh dari situ bondol jawa (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lonchura&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; leucogastroides&lt;/span&gt;), bondol peking, beberapa cinenen dan lain-lain. Hal yang menakjubkan adalah saat kita bertemu dengan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;bondol hijau_binglis&lt;/span&gt; (&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Erythura prasina&lt;/span&gt;). Burung yang belum pernah kami temui sebelumnya. Ekor yang merah merona dan tubuh yang hijau menyegarkan…sungguh tontonan menakjubkan. Kami bener-bener kepencut dengan burung ini, hingga tak terasa sudah cukup lama mengamatinya. Tapi kami tidak bias terus berlama-lama di sini dan harus meneruskan perjalanan. Tidak jauh dari tempat itu, tepatnya di semak samping sawah kami bertemu Pelanduk semak (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Malacocincla sepiarium&lt;/span&gt;). Walaupun sebelumnya kami sempat berdebat. Karena menurutku dan zul burung itu lebih mendekati kerak basi (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Acrocephalus orientalis&lt;/span&gt;). Setelah melalui musyawarah mufakat akhirnya kita putuskan bahwa dia adalah pelanduk semak. Petualangan kita lanjutkan kembali. Tujuannya adalah masuk jalur 3. Menyusuri sawah dan masuk hutan sekunder. Di perjalanan kita berjumpa dengan Elang alap china (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Accipiter soloensis&lt;/span&gt;). Cukup &lt;span style="font-style: italic;"&gt;say baybay&lt;/span&gt; dengannya. Di tengah sawah menuju hutan kami sempat bertemu dengan perenjak padi (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Prinia inornata&lt;/span&gt;). Ada juga burung cabai jawa (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dicaeum trochileum&lt;/span&gt;) yang bercuap-cuap di salah satu pohon tengah sawah. Kami pun meninggalkannya dan menuju hutan sekunder di ujung sana. Kami juga sempat melihat cabai bunga api (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dicaeum trigonostigma&lt;/span&gt;). Mangstab. Saat kami sampai di hutan, kami disambut dengan riuhnya nyanyian sang pujaan hati. Manuk. Beberapa jenis yang kami identifikasi adalah : kepodang kuduk hitam (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oriolus chinensis&lt;/span&gt;), sepah kecil (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pericrocotus cinnamomeus&lt;/span&gt;), cikrak kutub (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Phylloscopus borealis&lt;/span&gt;), untuk burung yang satu ini baru pertama liat. Kecil, lincah. Ada juga pijantung besar (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Arachnothera robusta&lt;/span&gt;). Aku dan Zul ketawa klo liat burung ini. Paruhnya yang panjang bikin orang yang melihatnya geli. Dasar burung aneh!. Haha. Sambil makan perbekalan yang ada, kami terus mengamati pohon-pohon di sekeliling kami. Hasilnya kami berhasil mengamati munguk beledu (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sitta frontalis&lt;/span&gt;). Julang emas kembali muncul dengan kepakan sayapnya yang keras dan suaranya yang khas "huge..huge". Zul sempat memisahkan diri dengan aku dan bang helmi. Dia berhasil mengamati burung madu sepah raja (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Aethopyga siparaja&lt;/span&gt;). Sayang, aku tak melihatnya. Hiks. Mungkin Zul akan bercerita banyak tentang burung ini. Sebenarnya ada satu lagi yang ia amati, tapi aku lupa. Apa ya?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jarak beberapa langkah dari spot pertama kami mendapati kadalan birah (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Phaenicophaeus curvirostris&lt;/span&gt;).Klo Zul nyebutnya "Kadalan birahi". Hehe. Tengger di sebuah pohon. Kalo g salah, pohon mangga. Burung ini juga baru pertama aku lihat. Cukup besar dan pemalu. Warnanya hijau tua dengan ekor panjang dan orange di ujungnya. Paruhnya hijau. Wuih…keren Dari spot yang pertama kami mencoba berjalan menyusuri pinggiran hutan di jalur 3. Tak lama berselang ratusan Raptor migrant jenis elang alap china (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Accipiter soloensis&lt;/span&gt;) bertebaran di angkasa. Persis seperti "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;tawon mobal&lt;/span&gt;". Sungguh tontonan yang menakjubkan sekaligus membingungkan untukku yang masih buta Raptor. Setelah itu beberapa elang local muncul. Seperti elang ular bido (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Spilornis cheela&lt;/span&gt;) dan elang hitam (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ictinaetus malayensis&lt;/span&gt;). Mungkin terusik dengan kehadiran Raptor migrant dan mencoba mempertahankan teritorinya. Kami juga sempat melihat sikep madu asia(&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pernis ptilorhynchus&lt;/span&gt;). Ternyata limbangan adalah salah satu jalur migrasi Raptor. Wah, senengnya…Kami juga menyaksikan duel maut 2 elang dengan jenis yang sama. Elang ular bido. Takjub, karena selama ini aku hanya pernah menyaksikan yang seperti ini di tv. Sekarang langsung di depan mata. Sedaap..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Bondol hijau_binglis&lt;/span&gt; in a presentation&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu bang helmi Tanya. "nanti kita presentasi apa?". Spontan aku menjawab "bondol hijau_binglis!!!". Ternyata hal ini ditanggapi serius bang helmi dan Zul. Padahal informasi tentang burung ini kami tak punya. Hanya sebatas tau deskripsinya di buku McKinnon. Kami pun baru pertama kali ini liat bondol hijau_binglis. Dan tak satu pun dari kami yang pernah liat sebelumnya. Wah jan, nekat tenan ki. Kami pun berusaha mengumpulkan informasi tentang burung ini. Lewat internet dari HP yang super lemot dan terbatas, telpon temen, nyuruh temen ngenet dan lain sebagainya. Kami pun sempet tanya mas Imam, dan mas imam pun bilang kalo gak tau tentang burung ini. Mungkin mas imam membiarkan kami untuk belajar sendiri. istilah bu Yoni, terstruktur dan mandiri. Wkwkwkwk. Awalnya kami juga ragu untuk presentasi burung ini, selain karena data yang minim kami tak cukup punya bukti untuk menunjukkan kalo kita menemukannya di Limbangan ini. Akhirnya kami mencoba bertanya Pak Nunut, orang yang punya home stay kami, sekaligus orang yang punya sawah bondol hijau_binglis itu. Menurut cerita beliau burung itu banyak dan sering ditemukan pada musim seperti ini ( awal padi menguning). Nama daerahnya "kringsingan". Dulu burung ini sangat banyak ditemukan, namun karena perburuan, burung ini semakin jarang. Biasanya oleh penjual burung dijual pada anak-anak. Dari informasi yang kami dapat dari pak nunut tersebut kami pun yakin klo burung itu ada di sini dan kami mampu mempresentasikannya dengan baik. Akhirnya kami mulai menyusun materi yang akan kami presentasikan. Termasuk di dalamnya adalah status dari burung ini menurut IUCN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu kami mendapat jatah presentasi pertama. Kami mencoba mempresentasikan dengan gaya kami, nyante tapi serius..serius tapi nyante. Pokokmen maknyus.. Jurinya Ady marully (Mas batak) dan Karyadi Baskoro (Pak Bas). Beberapa pertanyaan terlontar, salah satu yang kuingat adalah mas batak Tanya tentang perbedaan bondol hijau_binglis dari bondol hijau dada merah…Alhamdulillah presentasi kami berjalan lancar dengan bondol hijua_binglis yang kami angkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Story from The Old City&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah pengamatan di limbangan selesai, kita turun ke bawah. Naik bis bro!!! jalan turun dan berliku, gak kalah menantang dengan jalan naik pertama kmaren. Sewaktu bis kami jalan, seekor Elang Bido soaring di atas bumi Limbangan. Seakan mengucapkan selamat jalan pada kami. Kami pun dalam hati mengucapkan selamat jalan ya Do,…sampai bertemu lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Simpang Lima Semarang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini kita ngadain kampanye. Yang pasti bukan kampanye parpol. Hehe… di sini kita ngadain kampanye pelestarian burung dan habitatnya. Klo bhasa bantulnya "&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;For birds and their habits&lt;/span&gt;". Aneh2 saja tingkah kita. Sambil membawa sampah yang ada di pinggir2 jalan kita bernarsis ria. Apalagi tim kami, Bionic…hemh. Kebiasaan mahasiswa klo lagi acr kyak gini teriak "Hidup Mahasiswa" tapi kita teriaknya "Hidup Bondol hijau_binglis". Emang mangstab!!. Haha Tapi itulah kita…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Lawang Sewu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat penuh misteri itu kini ada di depan kami. Emang bener2 penuh "misteri" coz kita g bias masuk ke dalam. Maklum, masih dalam masa rehabilitasi. Tapi gak papa, gak mama, dan gak adik…toh kita masih bias berfoto ria dengan background gedung tua eksotis ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Tugu Muda Semarang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempatnya gak jauh2 amat dari Lawang Sewu. Tugu muda letaknya tepat di depan lawang sewu, berada di tengah2 jalan raya dengan air mancur yang mengelilinginya. airnya muncrat-muncrat Rek. Satu hal yang pasti, bahwa dimanapun Bionic berada gak pernah lepas dari yang namanya kamera. Namanya juga &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Biologi foto genic&lt;/span&gt;. Hahaha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Taman Srigunting&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum ke taman ini kita sempat sholat di masjid kota lama( lupa apa nama masjidnya). Dan istirahat beberapa saat di sana. Di taman ini juga lah dilaksanakan penutupan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Semarang Birdwatching Race 2009&lt;/span&gt; dengan resmi sekaligus pegumuman juara. Peserta menyampaikan kritik dan saran untuk SBR selanjutnya. Yah….apapun sarannya semoga SBR tahun mendatang jauh lebih baik dari ini. amin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961482044013133776-636257364751874723?l=shaimsabayouth.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shaimsabayouth.blogspot.com/feeds/636257364751874723/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shaimsabayouth.blogspot.com/2010/03/cerita-dari-semarang-birdwatching-race.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961482044013133776/posts/default/636257364751874723'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961482044013133776/posts/default/636257364751874723'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shaimsabayouth.blogspot.com/2010/03/cerita-dari-semarang-birdwatching-race.html' title='Cerita dari Semarang Birdwatching Race 2009'/><author><name>Shaim Basyari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08894857128265578978</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-ahyAcVdCVuI/TfhQ19k3_rI/AAAAAAAAAEY/3eKvCjlob-U/s220/IMG_3706.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961482044013133776.post-2897137570429076422</id><published>2010-03-26T14:40:00.002+07:00</published><updated>2011-04-27T22:13:28.018+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Birding'/><title type='text'>Sedikit cerita Refreshing di Muara</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Senin, 28 Desember 2009.Sore ini aku mencoba me&lt;span style="font-style: italic;"&gt;refresh&lt;/span&gt; diri, sejenak di rumah, dan ku sempetin jalan-jalan ke pantai. Mumpung lagi di rumah, puas2in maen2nya.hehe Coz kmaren putek mikir GBHK, PD,PRT. Marai pecas ndahe… ( bahasane Zul) haha :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar jam 15.30 aku berangkat dari rumah, eh g dink….dari warnet coz sebelumnya tak sempetin dulu maen ke warnet…baca cerita temen2 yang konyol, gila sekaligus spektakuler dan menginspirasi.. hehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ceritanya dimulai dari jembatan srandakan. Berfikir sejenak tuk nentuin pilihan..(langsung pulang atau terus bablas k pantai???) akhirnya kputusan berpihak pada pantai…. Tujuannya k pantai pandansimo. Di muara sungai progo. Tempat favorit dimana keeksotisan ada di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di perjalanan menuju pantai aku disambut 25 ekor layang-layang api (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hirundo rustica&lt;/span&gt;) yang sedang ngisis di kabel listrik sepanjang jalan menuju pantai. Sejenak kuperhatikan, emang burung yang satu ini cantik alias &lt;span style="font-style: italic;"&gt;beautifull bird&lt;/span&gt;…bodynya langsing dan semampai…pantes aja mas aan, mas imam n para pendiri Bionic yang lain meminangnya tuk jadi logo Bionic. Klo bahasanya mas ipin, Eksotis!! :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prediksiku benar, ternyata jalan menuju ke muara tergenang air…pasalnya 2 hari terakhir ini hujan melanda Negara srandakan. Aksi militanku kali ini dimulai sudah. Aku harus berputar-putar mencari jalan untuk bisa menuju ke muara tanpa harus ngguyang motor di lumpur. Ternyata aku tidak kunjung menemukan jalan aman dari lumpur..malah dapet jalan buntu. Tapi di sini aku bertemu si malu…seekor gemak loreng (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Turnix suisciator)&lt;/span&gt; terbang rendah di depan motorku yang sedang melaju pelan. Seketika itu motor kumatikan. Ku tengok si malu itu…ia mencoba menyelinap di antara dedaunan kering, menghindar dari penglihatanku. Wah2, jadi teringat aksi militanku di Bali waktu BBR. Ketika itu harus berjalan tiarap untuk dapat melihatnya. Hehe :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku berputar balik menuju jalan yang benar, seekor perenjak padi terbang disampingku dan sempat hinggap di pohon Lombok yang ditanam petani di sawah-sawah tepi sungai. Ekornya yang panjang dan lurus membuatnya tak kalah dengan bintang iklan sampoo di tv. Ruar biasa!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seekor cici padi terbang di atasku mencoba melawan arah angin. Aku tersenyum kecil, burung satu ini emang aya' aya' wae'… Aku semakin bersemangat saja untuk bias ke muara, dan akhirnya kutemukan jalan itu. Aku berbalik menuju jalan truk. Walaupun sedikit tergenang air tapi lumayan mudah dilalui dari pada lewat tengah sawah. Tidak berapa lama kemudian akhirnya aku sampai di muara. Prediksiku benar. Lokasinya becek, berlumpur. Motorku jadi kayak traktor sawah. wah jan, yang militant ternyata gak Cuma gue, tapi motorku&lt;br /&gt;juga. GO!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru saja dating, aku langsung disuguhi pemandangan istimewa. 4 ekor cerek kernyut, 2 ekor trinil pantai dengan bokongnya yang njungkat-njungkit menampakkan diri tepat di depanku. Kali ini insyaAllah aku gak salah mengidentifikasi, karena sudah beberapa kali bertemu mereka. Kali ini sungai progo penuh dengan air, hingga pulau di seberang harus rela mengurangi wilayahnya akibat genangan air. Dan tak seperti biasanya, hari ini tidak ada seorangpun yang mancing di tempat ini. Disisi lain, ada keuntungan buatku karena ratusan dara laut yang biasa nongkrong di sebelah barat kini mereka berada di sebelah timur semua. Pantas saja, karena tempat mereka mangkal di sebelah barat kini dikuasai air. Hari ini benar2 rame. Sayang seribu sayang aku tidak membawa senjata. Hanya berbekal mata yang dianugrahkan Allah SWT. Sehingga yang dapat ku identifikasi hanya 9 ekor Cangak Abu, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ardea cinerea&lt;/span&gt;. Padahal secara kasat mata, burung2 kecil di sekitarnya sangat banyak jumlahnya. Pokoknya besok aku harus balas dendam…Tunggu pembalasanku…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961482044013133776-2897137570429076422?l=shaimsabayouth.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shaimsabayouth.blogspot.com/feeds/2897137570429076422/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shaimsabayouth.blogspot.com/2010/03/sedikit-cerita-refreshing-di-muarasenin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961482044013133776/posts/default/2897137570429076422'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961482044013133776/posts/default/2897137570429076422'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shaimsabayouth.blogspot.com/2010/03/sedikit-cerita-refreshing-di-muarasenin.html' title='Sedikit cerita Refreshing di Muara'/><author><name>Shaim Basyari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08894857128265578978</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-ahyAcVdCVuI/TfhQ19k3_rI/AAAAAAAAAEY/3eKvCjlob-U/s220/IMG_3706.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961482044013133776.post-1948914959878437085</id><published>2010-03-26T13:44:00.007+07:00</published><updated>2011-04-27T22:15:46.083+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bird Race'/><title type='text'>WBWR in Suramadu's with Love</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Surabaya, salah satu kota di Jawa Timur ini menjadi sebuah saksi perjalanan panjang kisah birdingku. Tepatnya bulan Februari tanggal 12-14 yang lalu aku ikut di ajang bergengsi lomba pengamatan burung air tingkat Nasional " Waterbird Watching Race 2010 (WBWR 2010). Ajang ini merupakan lomba ketiga yang aku ikuti setelah Semarang Birdwatching Race dan Bali Bird Race yang aku ikuti sebelumnya. Juga lomba pertamaku di kategori burung air. Lomba yang bertemakan "Enjoying bird conservation with love in suramadu's birdwatching race" ini diselenggarakan oleh KSBL Pecuk Institut Teknologi Sebelas Nopember (ITS). Lokasi lomba ada di Gunung Anyar (Surabaya) dan di Bangkalan (Madura).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berawal pada tanggal 11 Februari malam, kisahku dimulai dari salah satu stasiun di Yogyakarta, Lempunyangan. Bersama temen-temen pengamat se-Jogja aku berangkat ke Surabaya dengan ular besi itu. Gaya Baru Malam. Perjalanan yang cukup melelahkan bagi kami, 9 jam duduk di kereta ekonomi itu. Bahkan awalnya kami sempat berdiri karena kereta yang penuh. Tapi hal itu tidak sedikitpun menyurutkan semangat kami untuk bisa ikut WBWR 2010. Berbekal tekad dan semangat yang kuat, Bismillah...kami berangkat dengan penuh harap. Banyak cerita indah yang terukir di kereta jurusan Jakarta-Banyuwangi itu. Kebersamaan yang tumbuh di antara kami sungguh menjadi kenangan yang terindah yang mungkin takkan terlupakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi hari, tanggal 12 Februari kicauan burung menyambut kedatangan kami di Surabaya. Tujuan kami selanjutnya adalah menuju kampus ITS. Kami sempat beristirahat sejenak di salah satu masjid di surabaya, Al-Ittihad sebelum akhirnya berangkat ke ITS dengan angkot setempat. Gedung, rumah, dan juga pabrik yang begitu banyak disepanjang jalan menuju ITS membuat kami semakin yakin bahwa Surabaya adalah kota besar. Mungkin itu juga yang menyebabkan kota ini menjadi kota yang super "panas".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya setelah beberapa saat kami sampai juga di jurusan Biologi ITS. Tak ku sangka, di tengah kota yang mempertontonkan kemegahan gedung dan pabriknya itu masih ada kampus hijaunya. Beberapa taman air di ITS cukup membuatku kagum. Betapa tidak, puluhan ekor kerak kerbau (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Acridotheres javanicus)&lt;/span&gt;, kuntul kerbau (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bubulcus ibis&lt;/span&gt;), dan beberapa spesies burung air yang lain bermain di sana. Sungguh tontonan yang lebih indah dari pada gedung paling mewah di kota itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat hari menjelang siang, acara WBWR 2010 pun dibuka. Kami sempat terkejut dan membuat adrenalin kami terpacu saat tau bahwa peserta lomba ini memang orang-orang yang berkapasitas Nasional. Bahkan ada salah satu peserta dari Finlandia. Wow,,,seketika semangat itu semakin berkobar. Pantas saja jikalau ajang ini selalu dinanti hadirnya setiap tahun.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961482044013133776-1948914959878437085?l=shaimsabayouth.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shaimsabayouth.blogspot.com/feeds/1948914959878437085/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shaimsabayouth.blogspot.com/2010/03/wbwr-in-memorian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961482044013133776/posts/default/1948914959878437085'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961482044013133776/posts/default/1948914959878437085'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shaimsabayouth.blogspot.com/2010/03/wbwr-in-memorian.html' title='WBWR in Suramadu&apos;s with Love'/><author><name>Shaim Basyari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08894857128265578978</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-ahyAcVdCVuI/TfhQ19k3_rI/AAAAAAAAAEY/3eKvCjlob-U/s220/IMG_3706.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961482044013133776.post-6098226837403373761</id><published>2010-02-01T20:45:00.003+07:00</published><updated>2011-04-27T22:17:03.382+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Birding'/><title type='text'>Birding di Kulon Progo</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Minggu, 31 Januari yang lalu aku ikut rombongan BIONIC ke sebuah tempat di Kulon Progo. Kalibiru. Tujuannya adalah untuk survey tempat GELATIK 2010 (Gelar Pelantikan). Awalnya kami serombongan tidak langsung ke Kalibiru, tapi ke Kawasan Konservasi Sermo,Kulon Progo. Waktu itu berhubung aku datang lebih awal daripada yang lain maka sambil menunggu mereka aku sempatin untuk birding di sekitar kawasan itu. Hasilnya menakjubkan. Seekor kadalan kembang () melintas di depanku. Burung yang sangat cantik. Mempesona. Walaupun tubuhnya besar, burung ini sangat pemalu dan sensitif. Baru sekedar melihat batang hidungku saja ia langsung terbang menghindar. Pemalunya minta ampun. Tak lama berselang sepasang Kangkok Ranting () bertengger di sebuah pohon rendah di antara semak-semak yang sangat lebat. Burung ini pun sangat-sangat pemalu. Aku berusaha sedapat mungkin tidak terlihat olehnya. Berjalan merunduk dan mencoba menyelinap diantara pohon kayu putih yang masih kecil. Baru kali ini aku melihat Kangkok Ranting, ternyata ukuran tubuhnya cukup besar. hampir seperti Tekukur Biasa (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Streptopelia chinensis&lt;/span&gt;). Puluhan ekor Cucak kuning mengelilingiku dan aku sempat takjub melihatnya. Warna kuning dengan janggut kemerahan dan jambul hitam yang sangar membuatnya eksotis. Selain itu, di tempat ini aku juga bertemu beberapa jenis burung madu. Burung madu Sriganti (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Nectarinia jugularis&lt;/span&gt;), Burung madu kelapa (). Serangan Culex sp. membuatku tak tahan berada lama-lama di sini. Spontan aku mengambil kayu putih di sekelilingku dan kuoleskan di tubuhku yang penuh dengan Culex. Hampir satu jam lamanya aku birding di sekitar kawasan ini. Hingga sandal Eiger ku jebol. Maklumlah ini akibat aksi militanku berburu burung di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya temen-temenku datang dan seketika kuakhiri birding di kawasan ini. Perjalanan selanjutnya adalah ke kalibiru. sebuah obyek wisata alam di Kulon Progo. Letaknya di pegunungan menoreh, dan kawasan ini berada di atas bukit. Ketika kami datang, kami langsung disuguhi pemandangan luar biasa. Waduk sermo terlihat indah dari sini. saat kami naik ke gardu pandang, kami melihat 2 ekor Elang Hitam () terbang melintas di sisi bukit. Jaraknya lumayan dekat. Bahkan kami dapat dengan jelas melihat kakinya yang kekar itu. Ketika kami sampai di gardu pandang, hal yang tidak pernah kami sangka sebelumnya kini tampak di depan mata. Di sini kami disuguhi oleh aksi beberapa Raptor yang soaring di langit Kalibiru. Bahkan kami mampu melihat punggung predator itu dari sini, karena posisi kami yang lebih tinggi. Pokonya mantablah. Ya, lumayanlah...dari pagi hingga sore itu banyak hal yang belum pernah aku temui sebelumnya. Semoga bermakna.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961482044013133776-6098226837403373761?l=shaimsabayouth.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shaimsabayouth.blogspot.com/feeds/6098226837403373761/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shaimsabayouth.blogspot.com/2010/02/birding-di-kulon-progo.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961482044013133776/posts/default/6098226837403373761'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961482044013133776/posts/default/6098226837403373761'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shaimsabayouth.blogspot.com/2010/02/birding-di-kulon-progo.html' title='Birding di Kulon Progo'/><author><name>Shaim Basyari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08894857128265578978</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-ahyAcVdCVuI/TfhQ19k3_rI/AAAAAAAAAEY/3eKvCjlob-U/s220/IMG_3706.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry></feed>
